Berapa Persen dari Gaji yang Harus Diinvestasikan?

Berapa Persen dari Gaji yang Harus Diinvestasikan?

Menentukan berapa banyak yang harus diinvestasikan dimulai dengan menilai situasi keuangan dan kemudian mencari tahu strategi investasi. Halaman all

(Kompas.com) 31/07/24 13:29 12741120

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika Anda baru mau memulai investasi, tidak ada kata terlambat. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, berapa banyak uang yang harus diinvestasikan atau apakah Anda punya cukup uang untuk investasi.

Dikutip dari Fortune, Rabu (31/7/2024), menentukan berapa banyak yang harus diinvestasikan dimulai dengan menilai situasi keuangan dan kemudian mencari tahu strategi investasi yang sesuai untuk Anda dan anggaran Anda.

Nah, berapa persen dari gaji yang harus diinvestasikan?

PEXELS/AHSANJAYA Ilustrasi gaji.

Banyak pakar menyarankan untuk menginvestasikan persentase tertentu dari penghasilan setelah pajak. Namun, persentase tersebut dapat bervariasi tergantung pada panghasilan, tabungan, dan utang Anda.

"Idealnya, Anda berinvestasi sekitar 15 sampai 25 persen dari penghasilan setelah pajak Anda," kata Mark Henry, pendiri dan CEO di Alloy Wealth Management.

"Jika Anda perlu memulai dengan jumlah yang lebih kecil dan berusaha keras untuk mencapai tujuan itu, tidak masalah. Bagian terpenting adalah Anda benar-benar memulainya," ujar dia.

Beberapa strategi penganggaran memperhitungkan hal ini, seperti prinsip 50-30-20 dalam mengatur keuangan, yang membagi anggaran bulanan menjadi tiga kategori, yakni kebutuhan (50 persen), keinginan (30 persen), dan 20 persen sisanya untuk pembayaran utang, tabungan, dan investasi.

Bagi sebagian orang, menginvestasikan 10 persen dari gaji bulanan mereka tidaklah memungkinkan, tetapi itu seharusnya bukan alasan untuk tidak berinvestasi sama sekali.

Anda dapat berinvestasi dari angka yang kecil dan konsisten melakukannya. Berinvestasi bahkan dalam jumlah yang tidak besar setiap bulan terkadang cukup untuk menghasilkan keuntungan jika Anda menggunakan strategi investasi yang tepat.

SHUTTERSTOCK/SUTTHIPHONG CHANDAENG Ilustrasi investasi.

Pertimbangkan kondisi keuangan saat ini

Dalam beberapa kasus, berinvestasi sedikit saja kadang terasa berat, apalagi jika keuangan Anda tidak teratur.

Sebelum memutuskan berapa persen gaji yang diinvestasikan, berikut beberapa kondisi yang harus dipertimbangkan.

1. Gaji

Cermati gaji bulanan dan pertimbangkan berapa banyak uang yang tersisa setelah Anda mengalokasikan uang untuk pengeluaran yang tidak dapat dinegosiasikan.

Jika Anda kesulitan memenuhi kebutuhan, Anda mungkin ingin memprioritaskan untuk memasukkan dana tambahan ke dalam rekening dana darurat atau untuk pembayaran utang.

2. Saldo utang

Utang, terutama utang berbunga tinggi, dapat menjadi sangat sulit untuk dikelola jika Anda tidak memiliki rencana untuk melunasi utang tersebut. Perhatikan berapa banyak utang Anda dan tingkat bunga yang sesuai.

Tentukan berapa banyak yang dapat Anda investasikan dengan nyaman, sambil tetap melakukan setidaknya pembayaran minimum atas utang.

Saat Anda melunasi utang, Anda dapat meninjau kembali berapa banyak yang Anda investasikan setiap bulan dan meningkatkannya sesuai dengan itu.

3. Dana darurat

Memiliki dana darurat sangat penting jika Anda ingin menghindari utang saat terjadi hal yang tidak terduga.

Jika Anda masih berupaya mengumpulkan dana darurat yang setara pengeluaran selama tiga hingga enam bulan, pertimbangkan untuk menginvestasikan sejumlah kecil gaji yang tersedia saat Anda berupaya mencapai target tersebut.

SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi investasi.

Tetapkan tujuan investasi

Menetapkan tujuan investasi yang jelas dapat membantu Anda menentukan apakah Anda menginvestasikan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam instrumen investasi yang tepat.

Ini dapat membantu Anda menetapkan jangka waktu untuk diri sendiri dan memberi Anda titik awal untuk berapa banyak yang Anda butuhkan untuk mulai berinvestasi, dan apa yang akan diterjemahkan ke dalam anggaran bulanan atau tahunan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tujuan investasi

Mungkin Anda berinvestasi untuk masa pensiun, atau mungkin untuk membeli rumah atau mendanai pendidikan anak.

Menentukan tujuan investasi dapat membantu Anda menetapkan jangka waktu yang realistis untuk mencapai tujuan tersebut dan mempermudah Anda menentukan seberapa agresif Anda harus berinvestasi untuk mewujudkan tujuan tersebut.

2. Jangka waktu investasi

Jangka waktu investasi akan berbeda-beda, tergantung pada tujuan Anda. Jika tujuan Anda adalah pensiun, tergantung pada kapan Anda mulai berinvestasi, Anda mungkin memiliki waktu puluhan tahun untuk berinvestasi dan mengembangkan tabungan pensiun.

Anda memiliki fleksibilitas untuk memulai dari yang kecil dan secara bertahap meningkatkan kontribusi tersebut seiring berjalannya waktu seiring dengan peningkatan gaji dan pendapatan.

Jangka waktu ini dapat berbeda jika Anda berinvestasi untuk tujuan jangka pendek seperti membeli rumah atau pensiun dini.

SHUTTERSTOCK/TECH_BG Ilustrasi investasi.

3. Toleransi risiko

Berinvestasi akan selalu melibatkan tingkat risiko, terlepas dari instrumen investasi yang Anda pilih. Tanyakan kepada diri sendiri, seberapa nyaman Anda menanggung risiko tersebut.

"Investor pemula harus berpikir dengan saksama melalui campuran investasi yang ingin mereka miliki dalam portofolio mereka, karena memiliki keberagaman adalah hal yang baik," ujar Michael Wang, CEO dan pendiri Prometheus Alternative Investments.

Investasi berisiko tinggi dengan imbalan tinggi, seperti mata uang kripto atau saham yang berfokus pada pertumbuhan, menawarkan lebih banyak volatilitas bagi investor. Bagi mereka yang ingin mengambil risiko lebih rendah dalam portofolio mereka, investasi yang secara tradisional lebih aman meliputi obligasi pemerintah, reksa dana pasar uang, dan saham blue chip yang memberi dividen kepada investor," imbuh Wang.

Evaluasi ulang secara berkala

Sadarilah bahwa strategi investasi dapat dan kemungkinan akan berubah seiring waktu. Penting untuk mengevaluasi diri sendiri dan anggaran Anda secara teratur untuk memastikan bahwa jumlah yang Anda investasikan setiap bulan masih terasa wajar.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memutuskan untuk berinvestasi lebih banyak jika gaji atau pendapatan meningkat, atau Anda mungkin memutuskan untuk menunda investasi jika Anda baru-baru ini mengalami semacam kesulitan keuangan.

“Investasi harus dievaluasi ulang setiap bulan, terutama sekarang, karena kondisi makro sering berubah. Investor harus memperhatikan bagaimana kinerja investasi mereka dan mungkin ingin mempertimbangkan untuk menyesuaikan strategi investasi mereka," saran Wang.

#investasi #dana-darurat #kondisi-keuangan #investor-pemula #tujuan-investasi #berapa-persen-dari-gaji-yang-harus-diinvestasikan

https://money.kompas.com/read/2024/07/31/132932026/berapa-persen-dari-gaji-yang-harus-diinvestasikan