BI Sebut Afirmasi dari S&P Bukti Ketahanan Ekonomi Indonesia
Perry Warjiyo mengatakan afirmasi dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) memperkuat bukti ketahanan ekonomi Indonesia. - Halaman all
(InvestorID) 31/07/24 17:25 12758612
JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan afirmasi dari lembaga pemeringkat Standard & Poor\'s (S&P) memperkuat bukti ketahanan ekonomi Indonesia. Ini merupakan tanggapa atas keputusan S&P mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB, satu tingkat di atas investment grade dengan outlook stabil pada 30 Juli 2024.
Menurut Perry, pengumuman ini memperkuat keyakinan lembaga pemeringkat utama seperti Fitch dan Moody\'s yang terlebih dahulu memberikan afirmasi atas rating Indonesia pada awal tahun ini.
S&P meyakini prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid, ketahanan eksternal dan beban utang pemerintah yang terjaga, ditambah dukungan oleh kerangka kebijakan moneter dan fiskal yang kredibel.
“Afirmasi ini juga mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap prospek perekonomian Indonesia yang baik, serta keyakinan terhadap langkah-langkah sinergi kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah dan BI,” tutur Perry dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (31/7/2024).
Menurut proyeksi S&P, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga sampai empat tahun ke depan akan tetap terjaga sekitar 5,0%. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat, serta belanja pemerintah dan investasi swasta yang meningkat.
Di sisi lain, S&P memandang ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga pada jangka menengah. Kinerja sektor eksternal tersebut didukung oleh perkiraan kenaikan ekspor sejalan dengan implementasi kebijakan hilirisasi di tengah pelemahan harga komoditas.
S&P juga mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga inflasi yang terjaga sejak 2010. S&P memproyeksikan inflasi pada 2024-2025 akan berada pada kisaran target 2,5%+1%, masing-masing sebesar 2,8% dan 3,0%.
Selain itu, inovasi strategi operasi moneter yang pro-market dengan penggunaan instrumen berbasis pasar dinilai semakin meningkatkan fleksibilitas kebijakan moneter.
“BI terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah tantangan ketidakpastian global,” jelas Perry.
Pada sektor fiskal, S&P memandang pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB).
Secara umum, S&P meyakini pemerintahan baru akan memperhatikan aspek keberlanjutan kebijakan guna menjaga kredibilitas serta menghindari disrupsi ekonomi dan keuangan yang signifikan.
S&P sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 4 Juli 2023.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #perry-warjiyo #s-p #ketahanan-ekonomi #ketahanan-ekonomi-indonesia #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/national/368710/bi-sebut-afirmasi-dari-sp-bukti-ketahanan-ekonomi-indonesia