Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 16.260 per Dolar AS

Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 16.260 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup menguat pada level Rp 16.260 per dolar AS.

(Bisnis Tempo) 31/07/24 17:13 12788132

TEMPO.CO, Jakarta - Mata uang rupiah menguat 40 poin dalam penutupan perdagangan hari ini Rabu, 31 Juli 2024. Nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp 16.260 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat di level Rp 16.300.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan para pedagang menjauh dari dolar AS sebelum penutupan rapat the Fed. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. "Namun, fokus akan tertuju pada sinyal potensial pemangkasan suku bunga, menyusul beberapa pembacaan inflasi yang lemah dan komentar dovish dari pejabat the Fed," kata Ibrahim dalam analisis rutinnya.

Di samping itu, ketegangan di Timur Tengah memanas setelah pimpinan Hamas Ismail Haniyeh tewas di Iran pada Rabu. Insiden ini terjadi sehari setelah pemerintah Israel mengklaim telah menewaskan komandan senior Hizbullah dalam serangan udara di Beirut pada Selasa, sebagai balasan atas serangan roket lintas batas pada Sabtu di Israel.

Di Asia, data Purchasing Managers\' Index (PMI) menunjukkan sektor manufaktur Cina menyusut selama tiga bulan berturut-turut pada Juli, sementara pertumbuhan non-manufakturnya melambat. Data tersebut muncul setelah pertemuan Politbiro Cina yang mana pemerintah menjanjikan lebih banyak langkah stimulus, terutama untuk meningkatkan sentimen konsumen.

"Komentar dari Politbiro dan pembacaan PMI yang lemah meningkatkan harapan untuk lebih banyak langkah stimulus, meskipun analis memperingatkan bahwa pelaksanaan Beijing harus diperhatikan untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk," kata Ibrahim.

Dari dalam negeri, lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P) kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating atau peringkat utang Indonesia pada BBB. Peringkat ini satu tingkat di atas investment grade, dengan outlook stabil pada 30 Juli 2024. S&P meyakini, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid dengan ketahanan eksternal dan beban utang pemerintah yang terjaga. Hal ini didukung oleh kerangka kebijakan moneter dan fiskal yang kredibel.

S&P memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga sampai empat tahun ke depan akan tetap terjaga sekitar 5 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut didorong permintaan domestik yang tetap kuat, serta peningkatan belanja pemerintah, dan investasi swasta.

Sementara itu, ketahanan sektor eksternal diperkirakan akan tetap terjaga pada jangka menengah. Kinerja sektor eksternal didukung oleh prakiraan kenaikan ekspor, sejalan dengan implementasi kebijakan penghiliran di tengah pelemahan harga komoditas.

Secara umum, S&P meyakini pemerintahan baru akan memperhatikan aspek keberlanjutan kebijakan, guna menjaga kredibilitas serta menghindari disrupsi ekonomi dan keuangan yang signifikan. Sebelumnya, S&P mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 4 Juli 2023.

#rupiah #dolar-as #perdagangan #the-fed #suku-bunga #utang

https://bisnis.tempo.co/read/1898112/rupiah-menguat-tipis-ke-level-rp-16-260-per-dolar-as?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Babe