Menteri Luhut Siap Bentuk Satgas untuk Tangani Perbaikan Investasi

Menteri Luhut Siap Bentuk Satgas untuk Tangani Perbaikan Investasi

Menurut Luhut, rumitnya regulasi mengakibatkan persetujuan kerja sama menjadi lambat dan akhirnya mempersulit investasi di sektor hulu migas

(Bisnis Tempo) 01/08/24 16:13 12890336

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan sedang membentuk satuan tugas atau satgas yang bertugas menangani perbaikan investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi atau migas.

"Ya, kami lagi bikin task force (satgas) untuk melihat aturan-aturannya," di Jakarta Convention Center (JCC) di Kompleks Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2024. Luhut menjelaskan itu seusai membuka International and Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2024 di JCC.

Dalam pidatonya, Luhut menyinggung adanya regulasi yang berbelit-belit perihal investasi di sektor hulu migas. Rumitnya regulasi tersebut mengakibatkan persetujuan kerja sama menjadi lambat dan akhirnya mempersulit investasi di sektor hulu migas. “Jodi sedang merevisi (regulasi). Kami berbicara dengan Kementerian Keuangan dan sebagainya,” ujar Luhut. Jodi yang dimaksud Luhut adalah Jodi Mahardi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves.

Tak hanya menyangkut regulasi yang rumit untuk menggaet investasi, Luhut pun menyinggung soal insentif yang diberikan Indonesia. Menurut dia, insentif yang diberikan Indonesia tak sebagus insentif yang ditawarkan negara-negara di Afrika. “Afrika sudah memberikan (rasio bagi hasil) 60:40. Sedangkan kita masih 85:15,” ucap dia.

Menurut dia, pilihan orang-orang berinvestasi bukan hanya Indonesia. Sebab itu, penting bagi Indonesia melirik negara di sekeliling jika ingin menjadi negara tujuan investasi. “Pokoknya aturan-aturan yang kita buat, pemberian insentif, itu harus menarik buat orang-orang,” katanya.

Dalam forum tersebut disoroti pentingnya penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dalam mencapai komitmen energi berkelanjutan dalam era di mana perubahan iklim menjadi ancaman global yang nyata, Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap pengurangan emisi karbon melalui adopsi solusi inovatif dan berkelanjutan.

Kemenkon Marves menyebutkan teknologi CCS tidak hanya menjadi solusi secara teknis. Namun diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, juga langkah strategis menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Teknologi CCS dianggap menjadi salah satu solusi paling mencapai target net zero emissions. Dengan menangkap dan menyimpan karbon dioksida sebelum dilepaskan ke atmosfer.

Menurut Luhut, di Indonesia saat ini telah memiliki total 15 proyek potensial CCS dengan target onstream pada 2026-2030. Dia juga menjelaskan soal investasi CCS di BP Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, dan Sunda Asri. "Kalau itu, ya investasinya itu 1,2 miliar dolar yang bisa didapat di sana," ucap dia.

#luhut #investasi #satgas

https://bisnis.tempo.co/read/1898585/menteri-luhut-siap-bentuk-satgas-untuk-tangani-perbaikan-investasi