Megawati Merasa Anak Buahnya Ditarget, Ngabalin: Bisa Timbulkan Fitnah
Ngabalin membantah anggapan yang menyebut KPK sudah diobrak-abrik kekuasaan dan menargetkan kader PDI-P Halaman all
(Kompas.com) 02/08/24 16:26 13019419
JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membantah anggapan yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah diobrak-abrik kekuasaan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Bantahan ini menanggapi anggapan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bahwa anak buahnya kerap dijadikan target hukum terlebih ketika Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto diperiksa KPK terkait kasus Harun Masiku.
"(Pernyataan Bu Mega) Bukan saja tidak benar, tapi itu bisa nanti menimbulkan fitnah baru dan tidak bagus dalam memberikan edukasi kepada publik. Dan saya percaya bahwa Mama Ega adalah seorang negarawan yang kita tidak ragu kapasitasnya," kata Ali di Gedung Krida Bhakti, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024).
Ngabalin menuturkan, KPK adalah institusi penegakan hukum di Indonesia sehingga tidak bisa diintervensi kekuasaan.
Ia lantas pun mengeklaim bahwa Jokowi mengkategorikan korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang harus ditangani secara serius.
"(Korupsi) Harus ditangani dengan cara extraordinary crime dan institusi satu-satunya yang memiliki power full adalah KPK," ucap Ngabalin.
Ia menuturkan, siapapun harus mendukung KPK untuk menindaklanjuti kasus pelanggaran hukum di dalam negeri.
Ngabalin pun mengimbau seluruh pihak untuk memberi kepercayaan penuh kepada KPK apabila ada tokoh-tokoh tertentu yang tengah diselidiki.
"Mari kita harus legawa dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada KPK terhadap proses ini. Jangan pernah ada orang yang bisa mengintervensi kekuasaan hukum, langkah-langkah yang dilakukan oleh KPK," kata dia.
Sebelumya, Megawati merasa anak buahnya kerap menjadi target kasus hukum.
Ia mengaku bakal mendatangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo apabila Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto ditahan.
Oleh karena itu, Presiden ke-5 RI ini meminta Hasto tidak perlu takut jika harus diperiksa Polda Metro Jaya atau terkait kasus dugaan suap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Jadi saya bilang sama Hasto udah enggak usah takut, nanti kalau kamu diambil aku pergi ke Kapolri, aku bilang gitu. Coba ingin apa ngomong si Kapolri itu. Lho iya lah enak saja,” kata Megawati dalam pidato politik di acara Musyawarah Kerja Nasional Partai Perindo pada Selasa (30/7/2024).