100 Pengungsi Tinggal di Tenda-tenda Depan Kantor UNHCR, 20 di Antaranya Anak-anak

100 Pengungsi Tinggal di Tenda-tenda Depan Kantor UNHCR, 20 di Antaranya Anak-anak

Ada sekira 100 orang yang menghuni tenda-tenda yang dibangun di depan kantor UNHCR. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya anak-anak. Halaman all

(Kompas.com) 02/08/24 23:07 13050455

JAKARTA, KOMPAS.com - KH (39), pria pencari suaka asal Afghanistan menyebut, ada sekitar seratus pengungsi yang tinggal di tenda-tenda depan kantor Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) di Jalan Setia Budi Selatan, Jakarta Selatan.

Selain Afghanistan, para warga negara asing (WNA) itu ada yang berasal dari Ethiopia dan Somalia. Mereka mengaku tidak bisa pulang ke negara masing-masing karena situasi sedang tidak aman.

"Di sini sekitar 100 (orang), (anak-anak) sekitar 20 saya pikir," ujar KH (39), pengungsi asal Afghanistan, saat ditemui di depan kantor UNHCR, Jumat (1/8/2024).

KH sendiri mengaku sudah tiga bulan tinggal di bawah terpal yang ia sebut sebagai tenda di depan kantor UNHCR itu. Beberapa lainnya disebut sudah tinggal selama sembilan bulan di tenda tersebut.

Menurut KH, dirinya dan para pengungsi pencari suaka lainnya membangun tenda di depan kantor UNHCR karena tidak lagi mendapatkan bantuan biaya hidup. Sebelumnya, KH dan pengungsi lain mendapat uang Rp 1,8 juta setiap bulan dari UNHCR.

Untuk itu, para pengungsi pencari suaka ini meminta perhatian UNHCR atas kejelasan nasib mereka.

"Jika negara kami aman untuk hidup kami, mengapa kami harus datang ke sini? Jadi kami butuh UNHCR untuk bertanggung jawab," katanya.

KH bilang, dirinya dan beberapa pencari suaka lainnya bahkan kebingungan untuk mencari makan. Katanya, ia dan pengungsi lain hanya makan satu kali sehari, itu pun dari pemberian warga.

Para pengungsi juga tidak mendapatkan akses air bersih dan toilet untuk buang air atau mandi.

"Kebanyakan orang tidur di sini. Masalah besar ketika hujan datang, terutama untuk anak-anak dan perempuan," tambah dia.

Oleh karenanya, KH berharap UNHCR memberi kejelasan tentang nasib para pengungsi pencari suaka. Namun, KH merasa kesulitan untuk menyampaikan keluhan mereka ke pihak UNHCR.

"Bagaimana caranya? Keamanan tidak mengizinkan kami. Itulah yang kami inginkan, setidaknya kami ingin berbicara langsung sengan UNHCR sampai mereka mendengarkan kami, apa masalah kami," tutup dia.

#tenda-pengungsi-unhcr #pengungsi-di-depan-kantor-unhcr

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/02/23070751/100-pengungsi-tinggal-di-tenda-tenda-depan-kantor-unhcr-20-di-antaranya