PUTIN: Terlalu Dini Sebut Ratu Dewa Tak Dapat Restu Parpol di Pilkada Palembang - kumparan.com
Lembaga Riset Sosial Politik Public Trust Institute (PUTIN) menyebut dinamika politik masih sangat dinamis dan Ratu Dewa unggul dari berbagai hasil survei. #publisherstory #urbanid
(Kumparan.com) 03/08/24 17:23 13143911
Lembaga Riset Sosial Politik Public Trust Institute (PUTIN) menilai terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa bakal calon wali kota Ratu Dewa, gagal mendapatkan dukungan partai politik di Pilkada.
Hal itu disampaikan Koordinator PUTIN Wilayah Sumsel, Fatkurohman. Menurutnya, dinamika politik masih sangat dinamis sampai tanggal pendaftaran KPU pada 27 Agustus 2024.
"Terlalu dini untuk disimpulkan sekarang. Jika melihat dari pengalaman Pilkada sebelumnya, bahkan yang sudah mendapatkan B1 KWK masih bisa berubah seperti di Pilkada 2018 lalu," katanya, Sabtu, 3 Agustus 2024.
Maka dari itu, Fatkurohman, berpendapat peluang Ratu Dewa masih cukup besar untuk mendapatkan dukungan parpol. Khususnya PDIP dan Golkar yang sampai saat ini belum menentukan arah dukungannya.
Selain itu, Ratu Dewa juga dapat dijadikan kader parpol mengingat yang bersangkutan sudah tidak lagi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga lebih leluasa untuk menjalin komunikasi politik.
Seperti Golkar misalnya, tercatat partai ini selalu kalah di Pilkada Palembang sejak 2008. Lantas pertanyaannya apakah hal itu akan diulangi lagi di Pilkada 2004?.
"Secara logika politik, masa sih, Golkar yang punya delapan kursi mau jadi partai penggembira di Palembang. Tentu ini menjadi pertimbangan," katanya.
Oleh karenanya, mengusung Ratu Dewa di Partai Golkar bisa sangat mungkin terjadi, sebab untuk saat ini secara riset sejumlah lembaga survei elektabilitas Ratu Dewa unggul dari sejumlah calon lainnya.
Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Sumatera 2 DPP Partai Golkar, Yudha Novanza Utama, mengatakan partai masih melakukan proses penjaringan untuk calon kepala daerah. Khusus di wilayah Sumsel saat ini sudah masuk ke tahap finalisasi.
"Paling lambat di awal Agustus ini nama-nama untuk calon yang direkomendasikan Golkar sudah keluar secara bertahap di setiap daerah," katanya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Giri Ramanda Kiemas, mengatakan partainya sampai saat ini belum memberikan surat tugas, rekomendasi, dan B1 KWK untuk Pilkada Kota Palembang.
Hal ini sekaligus membantah jika ada klaim maupun kabar yang menyebutkan PDI Perjuangan telah memberikan restu kepada salah satu sosok calon wali kota.
"Yang jelas tugas DPD sudah selesai, tinggal menunggu dari DPP PDI Perjuangan," katanya.