Edi, Bintang Muda Asmat yang Mahir Mengayun Sampan Sejak Usia Dini

Edi, Bintang Muda Asmat yang Mahir Mengayun Sampan Sejak Usia Dini

Bagi warga Asmat, sampan bukan sekadar alat transportasi, tapi simbol kehidupan dan kebanggaan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Halaman all

(Kompas.com) 03/08/24 19:39 13155836

PAPUA, KOMPAS.com - Salah satu warisan budaya yang masih kuat terjaga di Kabupaten Asmat, Papua, adalah keterampilan mengayun sampan.

Bagi warga Asmat, sampan bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kehidupan dan kebanggaan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat Asmat, sampan merupakan alat utama untuk beraktivitas sehari-hari.

Sungai dan rawa-rawa yang mendominasi wilayah mereka membuat sampan menjadi alat transportasi yang sangat vital.

Dari bepergian ke ladang, berburu, hingga menjual hasil kerajinan di pasar, semua dilakukan dengan sampan.

Kemampuan mengayun sampan menjadi keterampilan dasar yang harus dikuasai setiap individu sejak usia dini.

Edi (12), menjadi contoh nyata dari ketangguhan dan keterampilan masyarakat Asmat dalam mengayun sampan. Sejak usia tiga tahun, dia telah belajar mengendalikan sampan.

“Saya sudah belajar sejak usia tiga tahun,” ujar Edi kepada Kompas.com, Jumat (2/7/2024).

Kemahiran Edi mengayunkan sampan rupanya diwariskan dari generasi ke generasi.

Dia belajar mengayun sampan dari kakaknya yang lebih tua, yang telah mengajarinya teknik-teknik dasar sejak usia dini.

Sang kakak selalu sabar dalam membimbingnya, mulai dari cara memegang dayung dengan benar, mengatur keseimbangan di atas sampan, hingga cara membaca arus sungai.

Dedikasi dan kesabaran kakaknya inilah yang membuat Edi menjadi salah satu anak yang paling mahir di kampungnya.

“Saya diajarkan dari kakak, kalau kakak belajar dari papa,” ujarnya.

Setiap sore, ketika matahari perlahan mulai tenggelam di balik pepohonan lebat hutan Papua, Edi terlihat mengayuh sampan dengan cekatan di sungai yang deras.

Dengan tubuh kecilnya, ia berdiri di atas sampan kayu.

Edi mengayunkan dayung dengan gerakan yang begitu alami, seolah-olah ia adalah bagian dari air yang mengalir deras di bawahnya.

Keterampilan mengayun sampan di kalangan anak-anak Asmat seperti Edi sangat luar biasa.

Antara Edi dengan sampan seakan tak bisa terpisahkan, sampan sudah menjadi bagian hidupnya.

Keahlian Edi dan anak-anak Asmat lainnya dalam mengayun sampan merupakan cerminan dari kekayaan budaya dan warisan leluhur yang terus dijaga dan dipelihara.

Mereka adalah penjaga tradisi yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, memastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan ini tidak hilang ditelan waktu.

Dalam menghadapi tantangan modernisasi, masyarakat Asmat tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dan tradisi mereka.

Dengan semangat dan kebanggaan, anak-anak seperti Edi terus mengayuh sampan mereka, menjelajahi sungai-sungai yang menjadi nadi kehidupan mereka, dan mengukir cerita tentang keberanian dan ketangguhan di tengah derasnya arus perubahan.

#papua #asmat #sampan #pengayun-sampan-di-asmat

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/03/19392971/edi-bintang-muda-asmat-yang-mahir-mengayun-sampan-sejak-usia-dini