"Medali Gregoria Bukan Pemberian, tetapi Sebuah Perjuangan..."

Olimpiade Paris 2024, perolehan medali yang didapat Gregoria Mariska adalah hasil perjuangan, bukan pemberian. Halaman all

(Kompas.com) 05/08/24 05:38 13332766

KOMPAS.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyikapi kepastian tunggal putri Merah Putih, Gregoria Mariska Tunjung, meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024.

Gregoria Mariska resmi mendapat medali perunggu Olimpiade 2024 setelah Carolina Marin (Spanyol) yang bisa jadi lawan di perebutan tempat ketiga (medali perunggu), mundur karena cedera lutut, Minggu (4/8/2024).

Mengenai hal itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengungkap rasa syukur atas perolehan medali pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 tersebut.

Dia mengatakan, perolehan medali yang didapat Gregoria adalah hasil perjuangan, bukan pemberian.

"Alhamdulillah BWF sudah mengumumkan secara resmi bahwa Jorji atau Gregoria Mariska resmi meraih medali perunggu tunggal putri Olimpiade Paris 2024," ujar Raja Sapta Oktohari, dalam keterangan dari NOC Indonesia.

"Perjuangan yang begitu luar biasa yang ditunjukkan oleh Jorji sampai akhir. Ini adalah sebuah ganjaran. Medalinya Jorji itu bukan dikasih, tetapi sebuah perjuangan yang ganjarannya medali," tuturnya.

Adapun Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Anindya Bakrie, mengapresiasi perjuangan Gregoria yang penuh inspirasi.

Dia berharap ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet tim Indonesia lain yang masih berjuang untuk mendapatkan medali di Olimpiade Paris 2024.

"Alhamdulillah, luar biasa perjuangannya, ini menjadi inspirasi bagi semua atlet bahwa apa pun itu kita tidak boleh menyerah sampai di ujung," ucap Anindya Bakrie.

"Ini kebanggaan buat kita, buat Jorji, memberikan kebanggaan buat Indonesia. Penampilan Jorji dari awal sampai hari ini terus naik," tuturnya.

Daya juang Gregoria

Terlepas dari itu, Gregoria tampil baik dan penuh dengan daya juang tinggi selama Olimpiade Paris 2024.

Meski kalah dari An Se-young di semifinal, pebulu tangkis berusia 24 tahun itu telah jatuh bangun, dan membuat lawan jatuh bangun pula, kalah dengan perjuangan.

Sebelumnya, Gregoria dikalahkan An Se-Young 21-13, 11-21, dan 16-21 di semifinal yang digelar di Port de la Chapelle Arena.

Di semifinal lainnya, Carolina Marin dari Spanyol unggul di gim pertama 21-14 atas wakil China He Bing Jiao, tetapi ia mengalami cedera saat gim kedua berjalan 10-8.

Kondisi ini membuat Carolina Marin tidak dapat melanjutkan pertandingannya di semifinal.

Carolina Marin kemudian memutuskan mundur dan Gregoria memastikan medali perunggunya.

"Semoga medali ini bisa memacu teman-teman yang lain untuk bisa bertanding dengan sehat, maksimal, dan bisa menang," tutur Gregoria tentang medalinya.

"Saya bantu doa supaya bisa mendapatkan medali untuk Indonesia," tuturnya.

#komite-olimpiade-indonesia #gregoria-mariska-tunjung #carolina-marin #olimpiade-2024 #olimpiade-paris-2024 #noc-indonesia

https://www.kompas.com/badminton/read/2024/08/05/05384388/medali-gregoria-bukan-pemberian-tetapi-sebuah-perjuangan