KSP Khawatir Program Pompanisasi Tidak Tepat Sasaran, Apa Sebabnya?

KSP Khawatir Program Pompanisasi Tidak Tepat Sasaran, Apa Sebabnya?

Hal itu menyusul adanya temuan dari pihaknya ada daerah yang bukan merupakan lahan persawahan tapi mendapatkan pompa. Halaman all

(Kompas.com) 05/08/24 11:25 13361246

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Eddy Priyono khawatir penyaluran pompa dalam program pompanisasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) tidak tepat sasaran.

Hal itu menyusul adanya temuan dari pihaknya ada daerah yang bukan merupakan lahan persawahan tapi mendapatkan pompa. Padahal, unit pompa diberikan hanya kepada daerah-daerah persawahan untuk menggenjot produksi pertanian di Indonesia.

"Kita ke lapangan, kami ke Jawa tengah, Temanggung, kami ada temuan, ketika berdialog dengan petugas ke lapangan, kami mendapatkan laporan bahwa alokasi atau penyaluran pompa dalam program pompanisasi dikhawatirkan ada yang tidak tepat sasaran," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Inflasi Pangan yang disiarkan secara virtual, Senin (5/8/2024).

Dok. Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggalakkan program pompanisasi untuk percepatan tanam. Program ini menargetkan 1 juta hektare (ha) lahan sawah di Jawa dan luar Pulau Jawa.
"Waktu kami ke Temanggung itu dataran tinggi, di situ hampir tidak ada sawah, karena yang banyak ditanami itu adalah komoditas Hortikultura seperti cabai, tembakau, dan lain-lain, tidak ada sawah di situ, tapi mendapatkan jatah pompa," sambungnya.

Oleh karena itu, Edy meminta kepada jajaran Kementan hingga TNI, dan Polri untuk memberikan semacam petunjuk pelaksanaan atau juklak agar pompa-poma yang diberikan tepat sasaran ke wilayah pertanian.

"Kalau kami sarankan ada mekanisme Juklak untuk menyalurkan ke daerah yang lebih membutuhkan, karena kami tidak tahu terus terang apakah yang seperti ini hanya terjadi di Temanggung atau juga di daerah lain, kami khawatir kalau terjadi di daerah lain," katanya.

"Sayang sekali nanti kalau program pompanisasi yang merupakan bagian dari perluasan area tanam ini, kemudian terjadi kesalahan alokasi," pungkasnya.

DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau program pompanisasi di Desa Amunkay, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini fokus kerja yang harus dijalankan adalah pompanisasi sebagai solusi cepat mengatasi masalah pangan.

Dia menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan 50.000 unit pompa yang akan dipasang di seluruh sentra.

"Kami memiliki solusi cepat pompanisasi yang jadi nafas kita tiga bulan ke depan. Pompanisasi ini ada 50.000 yang harus kita bagikan ke seluruh Indonesia dan itu ujung tombaknya para kepala daerah di seluruh Indonesia. Kalau 75.000 terpasang, musim kering berikutnya Insyaallah bisa kita atasi," katanya.

#kementerian-pertanian #pompa #ksp #pompanisasi

https://money.kompas.com/read/2024/08/05/112541526/ksp-khawatir-program-pompanisasi-tidak-tepat-sasaran-apa-sebabnya