Likuiditas Bank Masih Ample , Prasyarat Ini Penting Agar Kredit Tetap Laju
Likuiditas perbankan yang terjaga memadai (ample) akan mendukung ekspansi kredit dari perbankan pada paruh kedua tahun 2024 ini. - Halaman all
(InvestorID) 05/08/24 14:53 13379286
JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto menyebut tambahan likuiditas oleh Bank Indonesia (BI) per Juni 2024 lalu dapat menambah porsi kredit perbankan khususnya ke sektor produktif, asalkan kondisi ekonomi Indonesia di sisa tahun 2024 memungkinkan.
“Idealnya iya, tapi kan setiap bank dan pengurus banknya atau bankirnya juga harus berhitung bagaimana outlook atau kondisi ekonomi kita di sisa semester kedua ini. Sekiranya promising atau prospektif tentu ruang untuk ekspansi masih terbuka,” tutur Ryan Kiryanto dalam program Investor Market Today di IDTV, Senin (5/8/2024).
Menurut Ryan, capaian kredit perbankan pada kuartal II-2024 yang tumbuh secara stabil atau naik 12,36% secara year on year (yoy) merupakan bekal bagi perekonomian domestik untuk mengakselerasi porsi penyaluran pinjaman. Terlebih, pada siang ini badan pusat statistik (BPS) telah merilis posisi produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang masih mencatatkan pertumbuhan di level 5,05% secara yoy di kuartal II-2024.
“Artinya ini menjadi modal bagi kita masuk ke kuartal III dan IV sehingga full year nanti kurang lebih pertumbuhan ekonomi kita ada di batas bawah 5,0% dan batas atas bisa 5,2%,” beber dia.
Dengan prakiraan seperti ini, lanjut Ryan, tentunya memberikan spirit atau dorongan kepada pelaku perbankan untuk tidak mengendurkan ekspansi kreditnya. Terlebih, kehadiran Bank Indonesia di belakang sektor perbankan melalui kebijakan makroprudensial tadi turut menjadi upaya untuk meyakinkan para bankir supaya dapat terus berekspansi.
“Once, bank itu melakukan ekspansi kemudian ada di koridornya BI tentu akan memperoleh insentif tadi dan sebetulnya kalau bahasa kerennya itu yang dikerjakan BI adalah semacam pemberian quantitative easing sehingga liquidity di perbankan kita tetap memadai dan ample,” tandasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah memberikan tambahan likuiditas kepada perbankan sebesar Rp 255,8 triliun per Juni 2024. Bahkan, BI menargetkan penambahan likuiditas mencapai Rp 280 triliun hingga akhir tahun. Adapun jika dirinci, guyuran insentif ini sudah disalurkan pada bank BUMN senilai Rp 118,4 triliun, bank swasta nasional Rp 108,9 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp 9 triliun dan bank asing Rp 3,5 triliun.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #likuiditas-bank #kredit-bank #pertumbuhan-kredit #insentif-likuiditas-perbankan #investor-market-today #idtv #berita-ekonomi-terkini