Pemanfaatan Obat OMAI Fitofarmaka Harus Diperluas dan Masuk JKN
Pemanfaatan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka harus diperluas dan masuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini demi mempercepat kemandirian farmasi di Indonesia dan besarnya poten
(InvestorID) 05/08/24 14:48 13379290
JAKARTA, investor.id - Pemanfaatan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka harus diperluas dan masuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini demi mempercepat kemandirian farmasi di Indonesia dan besarnya potensi obat bahan alam (OBA).
“OMAI Fitofarmaka perlu didorong masuk Formularium Nasional sehingga bisa diresepkan oleh para dokter. Fitofarmaka ini kekuatan Indonesia yang merupakan obat penemuan dari saintis Indonesia yang memanfaatkan bahan alam asli Indonesia, sehingga sudah saatnya digunakan oleh pasien JKN," tegas Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Group, Prof Raymond Tjandrawinata di sela penandatanganan Program Orang Tua Angkat UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetik pada acara Indonesia Wellness Festival (Wellfest) 2024, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (5/8/2024).
Prof Raymond mengungkapkan, potensi OBA di Indonesia sangat besar. Karena itu OMAI fitofarmaka yang diproduksi dari OBA, harus didorong masuk Formularium Nasional sehingga bisa diresepkan oleh para dokter.
“Untuk lebih mendorong pemanfaatan obat bahan alam dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperti penggunaan ginseng oleh masyarakat di Korea Selatan, obat tradisional di China, ayurveda di India, maka Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) fitofarmaka perlu didorong pemanfaatannya lebih luas,” tegas Prof Raymon lagi.
Sementara itu, Program Orang Tua Angkat UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetik mendapat apreasisi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Program ini dapat memberikan edukasi dan pelatihan untuk pengembangan OBA bagi produsen UMKM. Upaya ini diyakini dapat memperkuat percepatan kemandirian farmasi di Indonesia.
“Program ini melibatkan 6 industri kosmetik dan 8 industri obat bahan alam yang berkomitmen sebagai orang tua angkat bagi UMKM obat bahan alam dan kosmetik. Melalui program ini, industri obat bahan alam dan kosmetik memberikan pendampingan kepada UMKM dalam hal peningkatan pengetahuan terkait perizinan, standar sarana, dan mutu produk, teknologi, hingga pemasaran, sehingga UMKM mampu memenuhi ketentuan dan dapat berkembang lebih cepat serta berdaya saing tinggi,” kata Plt Kepala Badan POM Rizka Andalucia.
Menurut Prof Raymond, dengan penandatanganan komitmen tersebut ke depannya Dexa Group akan memberikan dukungan berupa edukasi dan sharing knowledge kepada produsen UMKM yang memproduksi obat bahan alam.
"Hal ini merupakan sinergi yang baik antarprodusen. Dexa Group menyatakan dukungan untuk mengembangkan ekosistem obat bahan alam yang potensinya sangat besar di Indonesia dan juga global," kata Prof. Raymond.
Melalui upaya ini, dikatakan Prof Raymond, dapat mendorong produk obat bahan alam di Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dapat bersaing di pasar global.
Berkontribusi 90%
Direktur Utama PT Dexa Medica, V Hery mengungkapkan, kontribusi Dexa pada OBA cukup besar, yaitu mencapai 90%.
"Seperti kita ketahui bersama potensi obat bahan alam Indonesia sangat besar dan Dexa Group ingin mengambil bagian dalam market share tersebut. Saat ini obat berbahan baku alam menghasilkan 31 obat Fitofarmaka dan Dexa Group berkontribusi sekitar 90% obat bahan alam yang masuk dalam OMAI Fitofarmaka," kata V. Hery.
Lebih lanjut V. Hery memaparkan, tidak hanya mendominasi produk fitofarmaka, kualitas produk Dexa Group telah dibuktikan dengan kehadirannya di pasar ekspor seperti di Filipina, Nigeria, Kamboja, Vietnam, USA, Mongolia, Singapore, dan Timor Leste.
Besarnya kontribusi obat bahan alam dalam negeri untuk kemandirian farmasi, menurut V. Hery, perlu didukung oleh pemerintah melalui regulasi yang mendorong pemanfaatannya dalam Formularium Nasional sehingga bisa dimanfaatkan oleh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).
Saat ini ada beberapa produk Dexa Group yang telah masuk dalam obat fitofarmaka yakni Stimuno, Inlacin, Redacid, dan Disolf.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #omai-fitofarmaka #obat-modern-asli-indonesia #obat-bahan-alam #oba #jkn #dexa-group #bpom #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/lifestyle/369180/pemanfaatan-obat-omai-fitofarmaka-harus-diperluas-dan-masuk-jkn