Di Atas Industri, Kredit UMKM Bank Jatim (BJTM) Lompat 30%
Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan kredit UMKM yang tinggi sebesar 30%. - Halaman all
(InvestorID) 05/08/24 14:52 13384873
JAKARTA, investor.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) pada paruh pertama tahun ini mencatatkan kinerja yang positif. Salah satunya untuk kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh tinggi di atas industri perbankan.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit UMKM industri perbankan pada semester I-2024 sebesar 5,68% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, kinerja Bank Jatim untuk kredit UMKM ini jauh lebih tinggi pertumbuhannya.
"Kami perkembangan kredit bagus, kami sekarang kredit UMKM Rp 18,5 triliun, tumbuh 26% dibandingkan Desember tahun lalu (year to date/ytd), jauh di atas industri, kalau tahunan sekitar 30% (year on year/yoy)," ujar Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah Bank Jatim R. Arief Wicaksono kepada Investor Daily usai Kick Off Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (3/8/2024).
Menurut Arief, dampak dari berakhirnya restrukturisasi terdampak Covid-19 pada Maret 2024 sudah diantisipasi sejak lama, selain itu juga perseroan melakukan beberapa skema kepada debitur.
“Kami sudah siap antisipasi berakhirnya stimulus, maka NPL terjaga relatif kisaran 3%, yang jelas menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pencadangan sudah sesuai, sudah antisipasi. Untuk KUR NPL relatif aman di bawah 2%, untuk cover risiko kami juga sudah cadangkan,” papar dia.
Arief mengatakan, Bank Jatim memang selalu konsisten untuk terus mendukung UMKM agar semakin tumbuh berkembang dan naik kelas dengan cara penyaluran kredit yang berkualitas dan tepat sasaran. Untuk restrukturisasi KUR, perseroan mengaku akan menunggu kebijakan yang jelas dari pemerintah dan regulator.
“Kami ikuti saja, yang jelas bank tidak ada perpanjangan kami sudah siapkan semuanya untuk antisipasi. Kalau untuk perbaikan agar performa kredit terjaga, kami dukung saja,” ungkap Arief.
Di Bank Jatim sendiri, NPL kredit UMKM masih terjaga di level yang terkendali, meski demikian perseroan juga tetap mengalokasikan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi apabila terjadi pemburukan kualitas kredit.
“Yang perlu dikelola itu kualitas kredit, dampak Covid-19 masih terasa, karena relaksasi itu paling tidak ada yang belum terkelola dengan baik, belum termitigasi dengan baik,” ujar Arief.
Target Kredit
Untuk tahun ini, bank bersandi saham BJTM memasang target pertumbuhan kredit UKM sebesar 30% (yoy). Dengan realisasi semester I yang sudah tinggi, Arief menilai perseroan bisa mencapai target dalam 1-2 bulan ini.
Di sisi sektoral, kredit UKM terbesar yang disalurkan antara lain perdagangan eceran, pertanian, dan pengolahan. “Pengolahan itu ritel menengah, mikro paling banyak pertanian dan perdagangan eceran,” tutur dia.
Meskipun risiko kredit macet UMKM masih tinggi, Bank Jatim mengaku potensinya juga masih tinggi, terlebih untuk KUR. Hal ini juga terlihat dari perluasan bisnis BJTM yang juga menyasar KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
“Kami terus ekspansi, bahkan kami mau salurkan juga KUR PMI, sudah dapat kuota dari Kementerian Rp 85 miliar tahun pertama, ini sudah satu semester, kami jalan di Agustus dapat kuota dan sudah kerja sama dengan penjaminan, jadi peluang KUR besar,” urai Arief.
Bank Jatim telah menyalurkan KUR sejak 2021, dengan nilai yang dikucurkan sekitar Rp 5 triliun. NPL KUR BJTM juga terkendali di level 1,7%. “Yang jelas kami optimis kredit tumbuh, InsyaAllah bisa tumbuh positif, harus lebih tinggi dari industri,” jelas dia.
Editor: Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-jatim #bjtm #umkm #kur #restrukturisasi-kur #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/369181/di-atas-industri-kredit-umkm-bank-jatim-bjtm-lompat30