Pasar Otomotif Lesu, Multifinance Diminta Diversifikasi ke Pembiayaan Produktif

Pasar Otomotif Lesu, Multifinance Diminta Diversifikasi ke Pembiayaan Produktif

Multifinance didorong untuk menyalurkan ke sektor produktif, baik pembiayaan investasi maupun pembiayaan modal kerja. - Halaman all

(InvestorID) 05/08/24 21:19 13419127

JAKARTA, investor.id – Industri otomotif tengah kurang bergairah, tercermin dari penurunan penjualan kendaraan bermotor pada semester I-2024. Kinerja perusahaan pembiayaan atau multifinance pun kena imbas dari tren tersebut, sehingga didorong melakukan diversifikasi ke pembiayaan produktif.

Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam konferensi pers pada Senin (5/8/2024).

Dia menerangkan bahwa berdasarkan data yang ada, piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh 10,72% year on year (yoy) menjadi Rp 492,17 triliun pada semester I-2024. Angka ini tumbuh dalam kisaran tinggi dan masih dalam rentang target tahun ini.

“Melihat tren ini, kami juga dapat sampaikan bahwa proyeksinya masih tetap sama dengan yang sudah kami sampaikan sebelumnya, secara agregat kami memperkirakan akan tetap tumbuh piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan ini antara 10-12% sampai akhir tahun 2024,” urai Agusman dalam kesempatan tersebut.

Namun demikian, Agusman juga turut merespons fenomena beberapa multifinance yang mengalami penurunan laba bersih pada paruh pertama tahun ini. Menurut dia, hal tersebut tidak terlepas dari tren penurunan penjualan mobil dan motor.

Seperti yang diketahui, pembiayaan konsumen yang diantaranya adalah pembiayaan terhadap mobil baru dan bekas, serta motor baru dan bekas masih dominan dan diandalkan oleh para pelaku usaha di industri multifinance. Oleh karena itu, pihaknya mendorong sektor multifinance untuk mulai melakukan diversifikasi pembiayaan, khususnya ke sektor produktif.

“Ke depan, perusahaan pembiayaan terus kita dorong melakukan diversifikasi penyaluran objek pembiayaan baru, termasuk pembiayaan terhadap sektor pembiayaan produktif seperti pembiayaan investasi dan modal kerja untuk mendukung sektor UMKM,” ucap Agusman.

Berdasarkan laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada semester I-2024 mengalami penurunan 19,5% (yoy) menjadi sebanyak 408.012 unit. Sedangkan penjualan mobil secara ritel cuma sebanyak 431.987 unit, juga turun 14% (yoy).

Sedangkan untuk penjualan motor, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat, penjualan motor juga turun 0,97% (yoy). Sebagai perbandingan, penjualan motor hanya sebanyak 3.170.994 unit sepanjang semester I-2024, atau lebih rendah dari semester I-2023 yang sebanyak 3.201.930 unit.

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pembiayaan-multifinance #piutang-pembiayaan #pembiayaan-modal-kerja #pembiayaan-investasi #pembiayaan-produktif-multifinance #multifinance #penjualan-mobil #penjualan

https://investor.id/finance/369233/pasar-otomotif-lesu-multifinance-diminta-diversifikasi-ke-pembiayaan-produktif