BNPB Mulai Pasok Bahan Makanan ke Gudang Pangan di Puncak Papua

BNPB Mulai Pasok Bahan Makanan ke Gudang Pangan di Puncak Papua

BNPB mulai mengirim bahan makanan untuk disimpan di gudang pangan Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Halaman all

(Kompas.com) 05/08/24 21:17 13435294

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mengirim bahan makanan untuk disimpan di gudang pangan Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa bahan pangan itu akan di simpan di gudang yang berada di Distrik Sinak.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pendistribusian bantuan bahan pangan kepada masyarakat di Kabupaten Puncak, jika terjadi gagal panen.

“Kami coba restocking bahan pangan seperti terlihat ada sembako, makanan siap dan sebagainya,” ujar Abdul dalam konferensi pers secara daring, Senin (5/8/2024) sore.

Berdasarkan data yang dipaparkan Abdul, terdapat 1.000 paket sembako, 500 paket makanan siap saji, hingga 300 dus air mineral yang akan dipasok ke Gudang Pangan Distrik Sinak.

“Dan sebagian dari itu kita share, kita geser ke Distrik Agandugume,” jelas Abdul.

“Untuk menggeser bahan makanan dari Sinak ke Agandugume ini butuh waktu kalau jalan darat dengan berjalan kaki itu sekitar 6 jam sampai 8 jam. Tetapi ini sudah cukup optimal,” sambungnya.

Abdul menegaskan bahwa pengiriman pasokan bahan pangan mulai dilakukan karena wilayah Papua berpotensi dilanda fenomena embun upas atau embun es karena cuaca dingin ekstrem.

Kondisi ini berpotensi mengakibatkan warga mengalami gagal panen, dan berdampak pada kekurangan bahan makanan hingga kelaparan.

“Karena ini sudah pada periodenya, Juli Agustus itu periode embun upas di Papua. Jadi jangan sampai kita terlambat, jangan sampai itu terjadi dulu baru kita merespon,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, pembangunan gudang pangan di Distrik Sinak telah selesai, dan sedang dalam persiapan untuk dioperasikan.

“Yang ada di Distrik Sinak sudah selesai 100 persen. Tanggal 7 Agustus rencana saya akan meninjau persiapan pemanfaatan gudang,” ujar Muhadjir melalui pesan singkat, Jumat (2/8/2024).

Sementara itu, kata Muhadjir, satu gudang pangan lain yang berlokasi di Distrik Agandugume masih dalam proses pembangunan.

Sebab, kawasan yang menjadi tempat pembangunan gudang logistik sempat diduduki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan baru berhasil kuasai TNI pada 5 Juli 2024 lalu.

Proses pembangunan juga sempat terhambat masalah keamanan karena adanya aksi penembakan dari KKB.

“Untuk di Distrik Agandugume baru dimulai (pembangunan) karena baru bisa dikuasai TNI tanggal 5 Juli yang lalu,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan bahwa pembangunan gudang logistik yang juga menjadi lumbung pangan itu untuk mengantisipasi kelaparan ekstrem di wilayah Papua.

Menurut Muhadjir, dua distrik itu dipilih lantaran berada di dataran tinggi. Dengan begitu, penyaluran logistik ke distrik di dataran rendah dinilai akan lebih mudah.

Pada 2023, Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah dilanda kekeringan yang membuat umbi-umbian sebagai makanan pokok membusuk.

Kekeringan yang menjadi sebab gagal panen ini dipengaruhi musim kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrem. Kekeringan itu juga menyebabkan warga kesulitan mendapat air bersih.

Namun, pemerintah saat itu kesulitan mengirim bantuan pangan ke sana karena minimnya infrastruktur. Akhirnya, penduduk distrik Agandugume perlu menempuh perjalanan selama dua hari satu malam ke Distrik Sinak untuk menjemput bantuan.

Nantinya, pemerintah akan membangun akses jalan dari Sinak ke tiga distrik termasuk Agandugume sehingga warga akan lebih cepat menjemput bantuan.

#bnpb #makanan #puncak-jaya #musim-dingin #bahan-makanan

http://nasional.kompas.com/read/2024/08/05/21173601/bnpb-mulai-pasok-bahan-makanan-ke-gudang-pangan-di-puncak-papua