Mahasiswa Pedemo Akan Bertemu Pemimpin Militer yang Kini Kuasai Bangladesh - kumparan.com
Para koordinator gerakan protes mahasiswa Bangladesh dijadwalkan bertemu dengan pemimpin militer negara tersebut, Jenderal Waker-Uz-Zaman.
(Kumparan.com) 06/08/24 11:29 13503365
Para koordinator gerakan protes mahasiswa Bangladesh dijadwalkan bertemu dengan pemimpin militer negara tersebut, Jenderal Waker-Uz-Zaman.
Sebelumnya, Senin (5/8), Waker mewakili militer telah mengumumkan akan membentuk pemerintahan sementara menyusul pengunduran diri Sheikh Hasina sebagai perdana menteri.
Hasina mengundurkan diri dan melarikan diri dari Bangladesh setelah ratusan orang tewas dalam demonstrasi yang dimulai sebagai protes mahasiswa terhadap kuota pekerjaan istimewa.
Aksi membengkak menjadi gerakan yang menuntut pengunduran dirinya. Puncak kericuhan meletus setelah Hasina mundur.
Merespons insiden itu, Amerika Serikat memuji tindakan militer Bangladesh pada Selasa (6/8) pagi.
"Amerika Serikat telah lama menyerukan penghormatan terhadap hak-hak demokrasi di Bangladesh, dan kami mendesak agar pembentukan pemerintahan sementara bersifat demokratis dan inklusif. Kami memuji tentara atas pengendalian yang mereka tunjukkan hari ini," kata seorang juru bicara Gedung Putih, seperti dikutip dari Guardian.
Pemimpin mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, mengatakan pemerintah sementara itu harus segera menyelenggarakan pemilihan umum yang demokratis.
"Reaksi keras PM Hasina terhadap protes yang sah membuat kekuasaannya yang berkelanjutan tidak dapat dipertahankan. Saya memuji para pengunjuk rasa yang berani dan menuntut keadilan bagi mereka yang terbunuh,” ungkap Schumer.
Hasina memenangkan masa jabatan keempat kalinya pada Januari lalu dalam pemilihan yang diboikot oleh oposisi.
Saat itu, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pemilihan tersebut tidak bebas dan adil, juga prihatin atas laporan pelanggaran pemungutan suara hingga kekerasan yang terjadi di Bangladesh.
#bangladesh-rusuh #internasional #mahasiswa #militer #amerika