Gerindra Buka Peluang Cawagub Ridwan Kamil dari Parpol Baru di KIM Plus

Gerindra Buka Peluang Cawagub Ridwan Kamil dari Parpol Baru di KIM Plus

KIM sudah memutuskan bahwa Ridwan Kamil maju di Pilkada DKI Jakarta.

(Republika) 06/08/24 15:12 13520593

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membuka peluang pendamping Ridwan Kamil yang diusung maju sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada Jakarta bisa berasal dari partai politik yang baru bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Dasco mengatakan bahwa setiap partai politik yang nantinya tergabung dalam KIM Plus memiliki kesempatan untuk mendapatkan kursi bakal calon wakil gubernur (cawagub).

"Tentunya kalau ngomong KIM dengan plus tentunya kan sudah ada komunikasi dengan partai yang tadinya di luar KIM, yang sekarang bersama-sama dengan KIM," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (6/8/2024).

Sebelumnya, Dasco mengatakan bahwa partai-partai yang tergabung dalam KIM Plus telah sepakat untuk mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk maju sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jakarta 2024. Ridwan Kamil merupakan Gubernur Jawa Barat periode 2018—2023 dan kini merupakan kader dari Partai Golkar.

KIM sebelumnya terbentuk saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Partai politik di dalam KIM, terdiri atas Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Garuda.

Setelah Prabowo-Gibran dinyatakan unggul oleh KPU dalam Pilpres 2024, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menemui sejumlah partai lainnya, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan bahwa partainya akan mengikuti keputusan para ketua umum (ketum) partai politik yang tergabung dalam KIM untuk menentukan calon yang diusung pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat 2024. "PAN akan ikut keputusan para ketum KIM di Jakarta dan Jabar," kata Eddy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya pada Ahad (4/8/2024), Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa partainya menghormati keputusan Partai Golkar mengusung mantan Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyadi, maju menjadi calon gubernur pada Pilkada Jabar 2024. Namun, dia menegaskan apabila ada alternatif peluang, partainya akan tetap mengupayakan kadernya ikut berkontestasi pada Pilkada Jawa Barat.

"PAN punya kewajiban mendorong kadernya. Tentu kami akan melihat peluang untuk tetap bisa ikut berkompetisi. Kalau bisa ya di Jakarta dan Jabar. Kalau tidak, minimal salah satu. Atau paling tidak di Jawa Barat," tuturnya.

Ia membeberkan PAN memiliki sejumlah nama yang layak untuk maju pada Pilkada Jakarta dan Jawa Barat. "Kami punya kader yang layak didorong. Di Jakarta ada Zita Anjani dan Eko Patrio. Sementara itu, untuk di Jabar, ada Desy Ratnasari dan Bima Arya. Mereka adalah kader senior di PAN dan sudah punya pengalaman," katanya.

#kim-plus #koalisi-indonesia-maju #cagub-ridwan-kamil #kim-plus-jegal-anies #pilgub-jakarta #pilkada-dki-jakarta #ridwan-kamil #anies-baswedan

https://news.republika.co.id/berita/shsetb409/gerindra-buka-peluang-cawagub-ridwan-kamil-dari-parpol-baru-di-kim-plus