Tantangan Implementasi Teknologi Penyimpanan Karbon di Indonesia

Tantangan Implementasi Teknologi Penyimpanan Karbon di Indonesia

Menteri ESDM sebut ada tantangan untuk menerapkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Halaman all

(Kompas.com) 06/08/24 17:19 13533648

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan biaya yang tinggi menjadi tantangan untuk menerapkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage/carbon capture, utilization, and storage (CCS/CCUS) di Indonesia.

"Rencana implementasi CCS/CCUS sekarang masih mahal, tapi memang harus kita coba. Sesuatu kalau baru dicoba kan memang mahal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2024).

Ia menuturkan saat ini RI memiliki 15 proyek CCS/CCUS yang masih dalam tahap studi/persiapan yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia.

Proyek tersebut terdiri dari proyek Tangguh EGR/CCUS, Abadi CCS, Sukowati CCUS/EOR, Gundih CCUS/EGR, Pilot Test CO2 Huff and Puff Jatibarang, Ramba CCUS/EOR, CO2 Huff and Puff Gemah, Sakakemang CCS, dan Arun CCS.

Lalu proyek Central Sumatera Basin CCS/CCUS Hubs, Kutai Basin CCS Hub, Asri Basin CCS/CCUS Hubs, CCU to Methanol RU V Balikpapan, East Kalimantan CCS/CCUS Study, dan Blue Ammonia + CCS Donggi Matindok.

"Kita punya banyak reservoir yang bisa dioperasikan untuk CCS/CCUS. Jadi kalau CCS itu menyimpan (karbon), tapi kalau CCUS itu injeksi, jadi mendorong gasnya keluar lagi, sehingga bisa diambil," jelas Arifin.

Dia menyebutkan, biaya untuk menginjeksikan per ton CO2 pada proyek penyimpanan CO2 memakan biaya yang tidak sedikit.

Mulai dari proyek Pemurnian Gas Alam, Gundih Jawa Timur dengan biaya 43-53 dollar AS per ton CO2, dan total 0,3 juta ton CO2 per tahun, maka investasi injeksi 105 juta dollar AS.

Selanjutnya Produksi LNG Bintuni, Papua Barat dengan biaya 33 dollar AS per ton CO2, dan total 2,5-3,3 juta ton CO2 per tahun, maka investasi injeksi sebesar 948 juta dollar AS.

Kemudian Produksi LNG di Masela, NTT dengan biaya 26 dollar AS per ton CO2, dan total 3,5 juta ton CO2 per tahun, maka investasi injeksi sebesar 1,4 miliar dollar AS.

Serta terakhir gasifikasi batubara menjadi DME, Tanjung Enim Sumatera Selatan, 50-55 dollar AS per ton CO2, dan total 3 juta ton CO2 per tahun, maka investasi injeksi mencapai 1,6 miliar dollar AS.

Lebih lanjut, dia menuturkan, teknologi CCS/CCUS memang menjadi kunci untuk RI bisa mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) di 2060.

Sebab, teknologi ini dapat menekan jejak karbon yang dihasilkan dari sektor industri dan energi, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca.

Langkah itu sekaligus mendukung upaya transisi menuju energi bersih. Hal ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memenuhi komitmen dalam Perjanjian Paris dan memitigasi dampak perubahan iklim secara lebih efektif.

"Teknologi ini diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam menekan jejak karbon negara yang dikenal sebagai salah satu penghasil emisi terbesar di dunia," kata dia.

#karbon #menteri-esdm #penyimpanan-karbon #teknologi-penyimpanan-karbon

https://money.kompas.com/read/2024/08/06/171906826/tantangan-implementasi-teknologi-penyimpanan-karbon-di-indonesia