Merger Tokopedia dan TikTok Shop Dinilai Tak Untungkan UMKM
Penggabungan (merger) Tokopedia dan TikTok tidak menguntungkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Halaman all
(Kompas.com) 07/08/24 10:52 13631515
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menilai, penggabungan (merger) Tokopedia dan TikTok tidak menguntungkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM atau Smesco Indonesia Wientor Rah Mada mengatakan, merger Tokopedia dan TikTok hanya menguntungkan pemegang saham.
"Ketika ada akuisisi Tokopedia oleh TikTok itu siapa yang mendapatkan keuntungan jelas shareholders, apakah negara ini mendapatkan keuntungan? Tidak, apakah UMKM mendapatkan keuntungan?" kata Wientor di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Dok. KemenKopUKM Direktur Utama Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada.Wientor menyebut, hanya satu program yang masih berjalan dari merger Tokopedia dan TikTok yaitu Beli Lokal.
Namun, ia menilai, program tersebut tak sepenuhnya diisi produk-produk lokal.
"Kemudian apakah SDM kita mendapatkan manfaat dari akuisisi itu? Tidak, 450 karyawan lokal kita di PHK setelah Tokopedia dicaplok perusahaan oleh China, jadi pertanyaan adalah apakah akuisisi ini memberikan manfaat? Saya pikir belum sampai saat ini," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kemenkop UKM, Fiki Satari mengatakan, sebelum diakuisisi TikTok, Tokopedia merupakan platform lokal terbaik.
Namun, ketika diakuisisi TikTok terjadi pergeseran di mana banyak produk impor yang ditawarkan.
Ia mengatakan, meski pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, di mana semua platform diwajibkan mencantumkan nomor impor resmi untuk produk dari luar.
Namun, kata dia, hal tersebut sangat mudah direkayasa dan belum adanya penegakan hukum.
"Jadi ini PR kemudian kita berharap ke depan harus ada komite khusus yang memang dibuat dan publik bisa melaporkan apabila ada satu platform yang ketahuan tidak mengikuti aturan tersebut itu bisa diberikan sanksi," ucap dia.
#tokopedia #tiktok #umkm #produk-lokal #smesco-indonesia #merger-tokopedia-dan-tiktok