Pasar Kripto Sempat ‘Extreme Fear’, Reku: Itu Sinyal Pembelian
Pasar kripto kemarin, Selasa (6/8/2024) yang mengalami sentimen Extreme Fear, dinilai sebagai sinyal pembelian. Pada Rabu pasar pun hijau.
(BlockChain-Media) 07/08/24 16:55 13672189
Pasar kripto kemarin, Selasa (6/8/2024), yang sempat mengalami sentimen Extreme Fear, dinilai sebagai indikator alias sinyal pembelian. Ketika itu pasar kripto memang ambruk sangat cepat dan kurang dari 24 jam pulih tipis di wilayah hijau.
Pada Selasa (6/8/2024) sinyal Crypto Fear & Greed Index dari Alternative.me menunjukkan bahwa pasar kripto mengalami sentimen Extreme Fear. Pantauan per Rabu petang sentimen sudah menjadi “Fear“.
Dalam konteks kripto itu mengacu pada kondisi pasar di mana ketakutan dan kepanikan sangat tinggi di antara para investor. Ini biasanya terjadi karena berbagai faktor, termasuk penurunan harga yang tajam, penurunan harga yang signifikan dalam waktu singkat, berita negatif atau masalah teknis dengan platform kripto dapat menyebabkan kepanikan, ketidakpastian ekonomi, ataupun penjualan secara massal.

Jelas Fahmi, investor Bitcoin dari pasar modal AS juga tidak terlihat mengambil reaksi besar atas koreksi yang terjadi. Hal ini dapat dilihat dari angka netflow ETF Spot Bitcoin dan ETF Spot Ethereum yang tidak terlihat mengalami penarikan dana pada level yang tidak biasa. ETF Spot Ethereum bahkan membukukan netflow positif sebesar US$48,8 juta pada perdagangan Senin (4/8/2024) yang juga mengindikasikan sinyal beli pembelian yang cukup.
Per Rabu petang, kapitalisasi pasar kripto hijau kembali sebesar 4 persen dalam 24 jam di US$2,2 triliun. Namun angka itu belum menutupi aroma merah selama sepekan terakhir.

Optimisme para penambang Bitcoin (miner) pun masih terbilang relatif tinggi di mana hanya terjadi sedikit penurunan hash rate yang merupakan fluktuasi normal dan tidak mensinyalir adanya aksi pemberhentian operasi penambangan oleh para miner.
“Hal ini berbeda dengan penurunan hash rate yang cukup signifikan pada 23 Juni 2024 lalu yang kemudian diikuti penurunan harga lanjutan Bitcoin dari US$64.000 ke US$59.000 pada 25 Juni dan US$54.000 pada 5 Juli. Dengan optimisme tersebut, membaiknya kinerja Bitcoin masih terbuka,” lanjut Fahmi.
Dengan tren bullish yang terlihat mampu bertahan terlepas dari tekanan jual yang ada di pasar, periode Agustus-September mungkin akan menjadi periode akumulasi oleh sebagian investor untuk bersiap menghadapi reli utama pada fase bullish kripto yang berpotensi terjadi pasca perubahan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Ramalan Terbaru Potensi The Fed Pangkas Suku Bunga Lagi
“Namun perlu dicatat bahwa apabila suku bunga diturunkan di saat inflasi AS masih belum cukup berhasil ditekan, terdapat kemungkinan kembali ditahannya suku bunga khususnya apabila inflasi kembali naik. Terjadinya hal itu mungkin akan menghambat reli yang akan berlangsung,” kata Fahmi.
Di tengah kondisi pasar saat ini, Reku terus menghimbau investor untuk mengambil keputusan yang cermat dan tidak tergesa-gesa. [ps]
#aset-kripto #bitcoin #btc #extreme-fear #fahmi-mutaqim #indikator #investor #kripto #reku #sinyal
https://blockchainmedia.id/pasar-kripto-sempat-extreme-fear-reku-itu-sinyal-pembelian/