Media Barat: Israel Kemungkinan tak Mampu Lolos dari Serangan Rudal Iran

Media Barat: Israel Kemungkinan tak Mampu Lolos dari Serangan Rudal Iran

Iran menyebut akan membalas kematian Ismail Haniyeh

(Republika) 07/08/24 23:44 13703706

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW- Sistem pertahanan rudal Iron Dome yang dimiliki Israel kemungkinan tidak akan mampu melindungi penduduk dari beberapa drone atau pesawat nirawak serta rudal Iran, menurut laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ).

Iron Dome memungkinkan Israel untuk menembak jatuh rudal jarak pendek dan melindungi daerah berpenduduk dari serangan yang dilakukan gerakan Palestina, Hamas.

Namun menurut laporan WSJ pada Selasa (6/8/2024), tingkat kemampuan yang dimiliki oleh Iran maupun gerakan Hizbullah Lebanon dinilai lebih tinggi.

Sebuah sistem pertahanan udara berukuran besar diciptakan dengan partisipasi Amerika Serikat, dengan melibatkan angkatan udara Amerika Serikat, Israel dan negara-negara lain, serta sistem radar negara-negara tetangga, lapor surat kabar itu.

Laporan tersebut menambahkan bahwa pelaksanaan sistem tersebut terutama dikoordinasikan oleh Komando Pusat Amerika Serikat.

Iran dilaporkan bersiap untuk menyerang Israel segera setelah pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, terbunuh oleh serangan Israel di Teheran pekan lalu.

Gerakan perlawanan itu menyalahkan Israel dan Amerika Serikat atas kematian Haniyeh, dan mengatakan serangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa pembalasan.

Meskipun tidak ada komentar langsung mengenai pernyataan penasihat Garda Revolusi ini, para pejabat Israel sebelumnya mengatakan bahwa mereka siap menghadapi skenario apa pun terkait hal ini, dan berpacu dengan waktu untuk mengembangkan rencana-rencana darurat sebagai persiapan untuk menghadapi respon militer Iran.

Israel mengharapkan respons militer dari Iran dan Hizbullah, dan telah meningkatkan kewaspadaan ke tingkat tertinggi, setelah pembunuhan Haniyeh di Teheran pada hari Rabu pagi, dan tentara Israel mengumumkan pembunuhan komandan militer Hizbullah Fouad Shukr di pinggiran selatan Beirut pada hari Selasa.

Hal ini terjadi ketika Amerika Serikat terus mengerahkan lebih banyak kapal perang dan jet tempur untuk apa yang dikatakannya sebagai upaya melindungi pasukannya dan sekutunya, Israel, dari ancaman-ancaman Iran dan faksi-faksi yang terkait, terutama Hizbullah Lebanon, di tengah-tengah seruan dari beberapa negara agar warganya segera meninggalkan Lebanon.

Perang Israel di Jalur Gaza, yang mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat, telah mengakibatkan lebih dari 130 ribu orang Palestina tewas dan terluka, sebagian besar anak-anak dan perempuan, dan lebih dari 10 ribu orang hilang, dalam salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Untuk menuntut diakhirinya perang di Gaza, faksi-faksi Lebanon dan Palestina di Lebanon, terutama Hizbullah, telah saling bertukar tembakan setiap hari di sepanjang Garis Biru dengan tentara Israel sejak 8 Oktober, yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan luka-luka, sebagian besar dari pihak Lebanon.

Pada hari Rabu pagi, Hamas mengumumkan pembunuhan kepala biro politik Ismail Haniyeh di kediamannya di ibukota Iran, Teheran, di mana ia sedang melakukan kunjungan untuk berpartisipasi dalam upacara pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Bazeshkian.

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kepala gerakan tersebut telah menjadi martir oleh serangan Zionis yang berbahaya, dan menggambarkan pembunuhannya sebagai tindakan teroris penuh dan pelanggaran terhadap kedaulatan Iran.

Dalam rincian pembunuhan tersebut, Kantor Berita Iran melaporkan bahwa Haniyeh dibunuh sekitar pukul 2 pagi pada hari Rabu (31/7/2024), di mana ia tinggal di markas khusus Garda Revolusi Iran di utara Teheran, dan mengkonfirmasi kesyahidannya bersama salah satu pengawalnya.

Kantor Berita Fars Iran mengkonfirmasi bahwa Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), dibunuh oleh sebuah rudal yang menghantam kediamannya, menghancurkan sebagian atap dan jendelanya.

Laporan tersebut menambahkan bahwa investigasi telah mengkonfirmasi bahwa Israel merencanakan dan melaksanakan pembunuhan Ismail Haniyeh.

#ismail-haniyeh #ismail-haniyeh-dibunuh #pembunuhan-ismail-haniyeh #rudal-iran #iran-siap-serang-israel #perang-iran-israel #perang-gaza #jalur-gaza

https://news.republika.co.id/berita/shux6r320/media-barat-israel-kemungkinan-tak-mampu-lolos-dari-serangan-rudal-iran