[POPULER TREN] Beda Rupiah Digital dengan Uang Elektronik | Prosedur Tilang SIM dan STNK Mati atau Ketinggalan
Populer Tren sepanjang Rabu (7/8/2024): Beda rupiah digital dengan uang elektronik | Prosedur tilang SIM dan STNK mati atau ketinggalan Halaman all
(Kompas.com) 08/08/24 05:30 13737961
KOMPAS.com - Populer Tren sepanjang Rabu (7/8/2024) hingga Kamis (8/8/2024) pagi adalah soal beda rupiah digital dengan uang elektronik.
Diketahui, uang rupiah digital segera terbit, sehingga masyarakat harus tahu bedanya dengan uang elektronik.
Populer Tren selanjutnya adalah soal prosedur tilang saat SIM dan STNK mati atau ketinggalan. Apakah hanya ditilang, atau disertai sita kendaraan?
Berikut selengkapnya:
1. Beda rupiah digital dan uang elektronik
Bank Indonesia (BI) berencana menerbitkan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) alias rupiah digital.
Rupiah digital adalah mata uang dalam format digital dengan fungsi serupa uang kertas, logam, atau uang elektronik.
Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat ini pihaknya tengah menentukan teknologi yang cocok untuk mendukung rupiah digital.
Setelah menemukan teknologi yang cocok, kemudian BI akan mulai melakukan eksperimen atau uji coba terhadap rupiah digital dengan mengedarkan mata uang digital ke perbankan.
Lantas, apa beda rupiah digital dengan uang elektronik?
Rupiah Digital Segera Terbit, Apa Bedanya dengan Uang Elektronik?
2. Prosedur tilang saat SIM dan STNK mati atau ketinggalan
Saat melakukan penilangan, polisi akan memberikan surat tilang dan menahan salah satu dari Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pelanggar lalu lintas sebagai jaminan.
Tapi, bagaimana bila pengendara tidak membawa SIM dan STNK (karena ketinggalan) atau membawa SIM dan STNK namun masa berlakunya telah habis?
Dirlantas Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Dirlantas Polda DIY), Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, mekanisme tilang terhadap pengendara dan/atau pengemudi yang tidak membawa SIM dan STNK dengan STNK dan SIM yang mati merupakan kondisi yang berbeda.
Berikut selengkapnya:
SIM dan STNK Mati atau Ketinggalan, Kena Tilang atau Kendaraan Disita? Ini Kata Polisi
3. Jenis sarapan pagi agar otak cerdas dan fokus
Sarapan tak hanya untuk sumber energi, tetapi dengan menu yang tepat, sarapan juga bisa memengaruhi kinerja otak menjadi lebih baik.
Terutama, jika menu sarapan yang ada banyak mengandung lemak sehat, omega-3, antioksidan, dan vitamin B.
Zat gizi tersebut dapat memperbaiki kinerja otak sekaligus membantu otak lebih cerdas dan meningkatkan konsentrasi di pagi hari.
Lantas, apa rekomendasi menu sarapan pagi biar otak cerdas dan fokus?
Sarapan Pagi Makan Apa Saja Biar Otak Cerdas dan Pikiran Fokus? Berikut 5 Daftar Menunya
4. Profil Muhammad Yunus yang gantikan PM Bangladesh Sheikh Hasina
AFP/REHMAN ASAD Peraih Nobel perdamaian asal Bangladesh Muhammad Yunus berbicara kepada media saat bersiap untuk pergi setelah mengajukan banding untuk perpanjangan jaminannya di Pengadilan Banding Buruh di Dhaka pada 3 Maret 2024. Para pemimpin mahasiswa di Bangladesh pada 5 Agustus menuntut peraih Nobel Muhammad Yunus untuk memimpin pemerintahan sementara, sehari setelah militer mengambil alih kendali saat demonstrasi massa memaksa penguasa lama Sheikh Hasina meninggalkan negara itu.Sheikh Hasina mengundurkan diri dan meninggalkan negara yang tengah diwarnai protes besar-besaran mahasiswa pada Senin (5/8/2024).
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin membubarkan parlemen usai Hasina yang memimpin selama 15 tahun akhirnya mundur.
Berikut profil Muhammad Yunus yang disebut sebagai bankirnya rakyat miskin:
Muhammad Yunus Gantikan PM Bangladesh Sheikh Hasina, Peraih Nobel yang Jadi Bankir Rakyat Miskin
5. WHO rilis daftar terbaru penyakit berpotensi jadi pandemi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja memperbaharui daftar patogen atau penyakit yang berpotensi dapat menyebabkan pandemi berikutnya selepas COVID-19.
Menurut WHO, daftar ini bertujuan agar ilmuwan, pemerintah, dan berbagai lembaga kesehatan dunia bisa fokus pada beberapa jenis penyakit tersebut, untuk lebih bisa menyiapkan diri soal penanganan dan pencegahan.
Utamanya, dalam mengembangkan vaksin dan perawatan penyakit-penyakit itu.
Lantas, apa saja daftar penyakit yang berpotensi jadi pandemi menurut WHO?
WHO Rilis Daftar Terbaru Penyakit yang Berpotensi Jadi Pandemi
#sarapan-pagi #beda-rupiah-digital-dan-uang-elektronik #muhammad-yunus #tak-bawa-sim-dan-stnk-saat-razia #sim-dan-stnk-mati-saat-kena-tilang #daftar-penyakit-yang-berpotensi-jadi-pandemi