Kontrak Baru WTON vs WSBP

Kontrak Baru WTON vs WSBP

WIKA Beton dan Waskita Beton Precast mengumumkan perolehan nilai kontrak baru hingga semester I-2024. Siapa yang paling unggul? - Halaman all

(InvestorID) 08/08/24 09:44 13764093

JAKARTA, investor.id –PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) alias WIKA Beton dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan perolehan kontrak baru hingga semester I-2024. Hasilnya, kontrak baru WTON unggul 60% ketimbang WSBP.

Sampai Juni 2024, WTON mengantongi omzet kontrak baru sebesar Rp 3,36 triliun, terkikis 11,81% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,81 triliun. Sedangkan, WSBP meraup nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 1,36 triliun, tumbuh 40% dari sebelumnya sebesar Rp 957 miliar.

Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko WIKA Beton, Syailendra Ogan, menerangkan, mayoritas atau sekitar 70% postur omzet kontrak baru WIKA Beton berasal dari pihak swasta dan tidak lebih dari 10% bersumber dari induk, sisanya bersumber dari perusahaan BUMN lain dan pemerintah.

Struktur tersebut menunjukkan WIKA Beton tidak memiliki eksposur ketergantungan yang besar kepada induk. Karena itu, tegas Ogan, sekalipun PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kemarin-kemarin menghadapi restrukturisasi, hal tersebut tidak berdampak signifikan kepada WTON.

“WIKA Beton itu sudah stand alone. Jadi, apa yang terjadi di induk tidak berpengruh signifikan kepada kami. Kami juga sudah buktikan sampai Juni 2024 masih menunjukkan performa bisnis dan keuangan yang baik,” ungkap dia di acara media gathering, Rabu (7/8/2024).

Bahkan, pada Juli 2024, WIKA Beton bersama kreditur perbankan sudah bersepakat untuk memperpanjang kredit sekitar Rp 4 triliun. Artinya, Ogan kembali menegaskan, persoalan yang menimpa WIKA selaku induk bukan menjadi isu bagi WIKA Beton.

Adapun rincian kontrak baru WTON sampai enam bulan pertama tahun ini terdiri dari sektor infrastruktur sebesar 79,84%, sektor industri sebesar 7,35%, properti sebesar 6,68%, dan sisanya berasal dari sektor kelistrikan, energi, dan tambang yang masing-masing menyumbang sebesar 5,69%, 0,43%, dan 0,01%.

Sementara dilihat dari sisi segmentasi kepemilikan didominasi oleh pelanggan swasta sebesar 78,33%, disusul perusahaan BUMN lain sebesar Rp 18,03%, perusahaan induk WIKA sebesar 2,64%, afiliasi WIKA sebesar 0,57%, dan pemerintah sebesar 0,43%.

Di sisi lain, WSBP mengoleksi NKB sejumlah Rp 1,36 triliun pada semester I-2024, atau mencerminkan 55% dari target NKB tahunan WSBP yang sebesar Rp 2,5 triliun.

Komposisi proyek yang diraih WSBP tersebut sebagian besar berasal dari pelanggan eksternal (pemerintah, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta lainnya) sebesar 62%, serta dilengkapi perolehan proyek dari internal PT Waskita Karya Tbk selaku induk sebesar 38%.

“Dengan nilai NKB yang telah mencapai target di periode ini, kami optimistis dapat memenuhi target akhir tahun. Mengingat, kondisi pasar di semester pertama biasanya menantang untuk mencapai kontrak, pencapaian ini adalah bukti kemampuan WSBP untuk mengatasi tantangan pasar,” ujar Sekretaris Perusahaan WSBP Fandy Dewanto.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #kontrak-baru-wton #kontrak-baru-wsbp #wika-beton #waskita-beton #syailendra-ogan #wika #wskt #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369496/kontrak-baru-wton-vs-wsbp