Soal KIM Plus pada Pilkada Jakarta, Gerindra: Kami Tak Mungkin Paksa Partai di Luar KIM untuk Bergabung

Soal KIM Plus pada Pilkada Jakarta, Gerindra: Kami Tak Mungkin Paksa Partai di Luar KIM untuk Bergabung

Ketua DPP Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebut partai di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM) tak dipaksakan untuk bergabung menjadi KIM Plus. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 16:51 13804395

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, tak ada paksaan bagi partai di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk bergabung ke kubu KIM pada Pilkada Jakarta 2024.

"Tidak mungkin KIM umpamanya memaksakan partai di luar KIM untuk bergabung, tidak bisa, harus mendapat sambutan," kata Ariza dalam program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (7/8/2024).

Ariza mengatakan, partai-partai di luar KIM dipersilakan untuk bergabung ke KIM apabila memang merasa ada visi-misi yang sejalan.

Menurutnya, hal itu bukan berarti menjadi upaya untuk menarik partai politik di luar KIM agar berada di satu kubu yang sama.

"Kalau kami menawarkan untuk mengajak bersama, tentu yang ditawarkan kan, merasa nyaman tidak? merasa cocok tidak? merasa baik tidak tawarannya? untuk pasangan calon yang kami usung? Kalau dirasa baik, ya tentu tidak salah kalau mereka bergabung," kata Riza.

"Sebaliknya, kalau partai tersebut merasa yang kami tawarkan, pasangan calon di suatu daerah dirasa kurang, tentu partai tersebut tidak ingin bergabung," sambungnya.

Lebih lanjut, Ariza menegaskan bahwa keputusan bergabung ke KIM pada intinya sangat bergantung pada partai-partai masing-masing, daerah pemilihan, karakteristik, dan sosok pasangan calon.

"Jadi banyak faktor yang menyebabkan satu partai politik untuk bergabung dalam koalisi mana, untuk bergabung dalam pasangan calon yang mana," ujar Ariza.

"Semua tahu bahwa Jakarta ini menjadi tempat yang luar biasa untuk ke depan. Jadi saya kira tidak ada yang salah kalau koalisi manapun ingin bergabung bersama-sama dengan KIM," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, wacana pembentukan KIM Plus muncul setelah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, Pilkada Jakarta 2024 berpeluang hanya diikuti satu pasangan calon jika PKB memilih bergabung ke KIM Plus.

Jazilul mengatakan, kemungkinan partai-partai politik bergabung menjadi satu kubu hanya untuk mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka lebar.

Jazilul mengakui bahwa partainya tengah mempertimbangkan tawaran untuk bergabung ke KIM Plus.

Adapun KIM merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Rakyat Indonesia Adil Makmur (Prima), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Saat ini Pilkada DKI Jakarta 2024 kemungkinan bakal diikuti dua nama beken, yaitu eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem. Sedangkan Ridwan Kamil diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Sementara itu, PKS mengungkapkan bahwa memang adanya tawaran gabung ke koalisi lain terkait pilkada di sejumlah daerah, termasuk Jakarta.

Namun, Juru Bicara PKS Pipin Sopian menegaskan bahwa hingga saat ini partainya masih serius memperjuangkan duet Anies Baswedan-Sohibul Iman bisa berlayar pada Pilkada Jakarta 2024.

“Jadi keseriusan PKS untuk memperjuangkan itu sangat serius. Di sini lain memang tawaran untuk gabung ke koalisi yang lain juga ada. Jadi kami di berbagai pilkada termasuk di Jakarta dan Jawa Barat, yang berharap berkoalisi dengan PKS begitu banyak partai politik dan kami harus menghormati itu,” kata Pipin dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV pada Senin (5/8/2024).

#ahmad-riza-patria #pilkada-jakarta #gerindra #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/08/16510021/soal-kim-plus-pada-pilkada-jakarta-gerindra-kami-tak-mungkin-paksa-partai