Prabowo Mau Kembangkan Nuklir, Menteri ESDM Sebut Memang Diperlukan

Prabowo Mau Kembangkan Nuklir, Menteri ESDM Sebut Memang Diperlukan

Menteri ESDM sebut energi nuklir diperlukan Indonesia sebagai pengganti energi berbasis fosil. Halaman all

(Kompas.com) 08/08/24 21:29 13830681

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, penggunaan energi nuklir diperlukan Indonesia ke depan sebagai pengganti energi berbasis fosil.

Hal itu merespons langkah Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto yang tertarik mengembangkan energi nuklir.

Prabowo diketahui sudah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk membahas peluang kerja sama di sektor energi nuklir pada 31 Juli 2024.

Arifin mengatakan, dirinya belum mengetahui pembahasan mengenai pengembangan nuklir dengan pihak Turki. Meski begitu, dia mengakui, pengembangan energi nuklir diperlukan oleh Indonesia.

"Nuklir sih memang perlu buat kita ke depan," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/8/2024).

Ia menuturkan, Kementerian ESDM sudah menyiapkan rencana pengembangan energi nuklir. Namun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ditargetkan baru beroperasi pada 2040.

Arifin tak mempermasalahkan penggunaan energi nuklir di Indonesia selama teknologinya aman dan secara komersial kompetitif.

"Kita sudah menyiapkan rencana untuk pemakaian energi nuklir, itu kita rencanakan beyond 2040. Tapi kalau memang teknologinya aman, komersial kompetitif, kenapa enggak," kata dia.

Lebih lanjut, Arifin melirik teknologi reaktor modular kecil (SMR) untuk pengembangan energi nuklir. Pasalnya untuk pengembangan nuklir yang berskala besar membutuhkan area yang luas.

Adapun SMR merupakan reaktor nuklir canggih yang memiliki kapasitas daya hingga 300 megawatt (MW).

"Mungkin SMR (untuk dikembangkan), karena untuk skala gede memang belum ada area yang bisa memanfaatkannya secara penuh," ungkap Arifin.

Sebelumnya, Prabowo bertemu Putin dalam rangka memperkuat hubungan dan kerja sama antara kedua negara. Salah satu hal yang dibahas adalah peluang kerja sama di sektor energi nuklir.

"Di sektor energi nuklir, kami telah berdiskusi dengan institusi anda, dengan ROSATOM, kemungkinan kerja sama di sektor ini," kata Prabowo di hadapan Putin seperti dilihat dari siaran langsung Kompas TV, Rabu (31/7/2024).

"Bahkan, reaktor modular kecil dan juga reaktor utama yang sedang kita bahas," imbuh Prabowo.

#nuklir #menteri-esdm #energi-nuklir #prabowo-kembangkan-nuklir

https://money.kompas.com/read/2024/08/08/212938526/prabowo-mau-kembangkan-nuklir-menteri-esdm-sebut-memang-diperlukan