Harga Rental Mobil Hingga Sewa Kontrakan Naik Drastis di IKN, Ternyata Ini Alasannya
Tingginya permintaan membuat tarif rental mobil dan sewa kontrakan melambung.
(Republika) 09/08/24 10:41 13899709
REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus 2024, harga rental atau sewa mobil di Kalimantan Timur mengalami kenaikan 100 persen. Harga sewa normal untuk Fortuner sekitar Rp 2,5 juta saat ini menjadi Rp 5 juta, kemudian Hi-Ace Rp 3,5 juta menjadi Rp 15 juta.
"Bahkan untuk Alphard biasa Rp 7 juta jadi Rp 25 juta," kata Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia (Asperda) Kalimantan Timur Damun Kiswanto di Balikpapan, Sabtu (3/8/2024).
Dia mengungkapkan, kenaikan harga sewa dikarenakan agenda perayaan HUT RI di IKN. Selain itu, tingginya permintaan dan keterbatasan unit membuat harga sewa melonjak. "Peningkatan harga ini terjadi sejak awal Agustus," kata dia.
Bahkan, permintaan sewa mobil hingga lebih dari 1.000 unit. Sedangkan kami tidak memiliki unit sebanyak itu, jadi harus menambah unit dari luar," tuturnya.
Danum menuturkan pihaknya juga telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Sekretariat Presiden (Setpres) Kementerian Sekretariat Negara untuk pergerakan atau mobilitas para tamu negara dan VVIP. "Dari MoU itu permintaan ada 100 unit dan sudah dibayar DP atau uang muka sebesar 50% dari nilai kontrak," jelasnya.
Lanjutnya untuk memenuhi kebutuhan unit tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dengan DPP Asperda Indoneisa, yang menghasilkan dukungan sejumlah unit kendaraan untuk dikirimkan ke Kaltim. "Unit-unit itu didatangkan dari Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, Semarang, Solo, Makassar, Bali, dan Palu dan tengah berada di perjalanan menuju Kaltim," ujar Danum.
Untuk mendatangkan unit dari luar Kaltim tersebut, dari Asperda harus mengeluarkan biaya pengiriman, di mana untuk satu unit mobil bisa mencapai harga Rp 13 juta. "Sehingga lonjakan harga pun sudah tidak bisa dihindari," tutur Danum.
Tak hanya rental mobil yang naik, harga sewa kamar kos dan kontrakan juga ikut melambung...
Dia berkata, rata-rata rumah warga di Kecamatan Sepaku material kayu dan bergaya panggung. Menurut warga Desa Bukit Raya Nuril ini dia juga memiliki rumah yang dikontrakkan dengan tarif Rp 85 juta per tahun.
"Kalau rumah beton dan bagus, tarif bisa lebih dari Rp 125 juta per tahun, rata-rata rumah kontrakan ditempati orang yang kerja di proyek pembangunan Kota Nusantara," ucapnya lagi.
Tarif kamar kos di wilayah Kecamatan Sepaku juga melonjak cukup signifikan seiring banyak permintaan kebutuhan kamar kos, kata Parini warga Desa Bumi Harapan yang memiliki kos-kosan, yaitu Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta per bulan.
"Sebelumnya tarif kamar kos hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, karena semakin banyak yang cari kos-kosan harga sewa ikut naik," ujarnya.
Semenjak banyak berdatangan pekerja proyek pembangunan Kota Nusantara kamar kos tidak ada yang kosong. Awang dan warga Desa Sukaraja juga pemilik kos-kosan mengaku setiap hari ada yang mencari kamar kos.
#ikn #harga-sewa-alphard #sewa-alphard #harga-kontrakan-di-ikn #kontrakan-di-ikn