Ternyata, 5 "Kebohongan" Ini Dianjurkan Saat Wawancara Kerja
Saat wawancara kerja, kandidat harus bersikap strategis tentang pesan yang mereka sampaikan. Halaman all
(Kompas.com) 09/08/24 12:13 13906897
JAKARTA, KOMPAS.com - Wawancara kerja adalah tahapan rekrutmen karyawan yang kerap menjadi momok.
Sebab, jika jawaban yang diberikan terkesan aneh, bisa saja Anda kehilangan kesempatan bekerja di perusahaan impian.
"Bursa kerja benar-benar brutal dan sangat kompetitif. Jadi, saat wawancara kerja, Anda perlu menjawab dan mengatakan hal dengan benar," kata Joel Lalgee yang berpengalaman sebagai perekrut selama sekitar satu dekade, dikutip dari Business Insider, Jumat (9/8/2024).
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi wawancara kerja atau interview kerja.Lalgee mengatakan, ia tidak menganjurkan untuk berbohong tentang keterampilan atau pengalaman. Namun, saat wawancara kerja, kandidat harus bersikap strategis tentang pesan yang mereka sampaikan.
Berikut beberapa "kebohongan demi kebaikan" yang disarankan Lalgee untuk dilakukan saat wawancara kerja.
1. Alasan Anda ingin bekerja di perusahaan itu
Lalgee menyatakan, semua orang tentu tahu alasan seseorang ingin bekerja di sebuah perusahaan adalah untuk menghasilkan uang, dan ini terutama berlaku untuk generasi muda.
Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak menyebut soal gaji dalam jawaban saat ditanya alasan Anda ingin bekerja di perusahaan itu.
Menurut Lalgee, perusahaan harus berempati terhadap kesulitan keuangan dan inflasi yang tinggi.
Namun, ia memperingatkan bahwa menjadikan pekerjaan sebagai hal yang mengutamakan uang dapat menciptakan persepsi orang yang ingin pindah kerja demi gaji yang lebih tinggi.
FREEPIK/ALEXANDARLITTLEWOLF Ilustrasi wawancara kerja, interview kerja.Daripada menyebutkan gaji saat ditanya tentang ketertarikan pada suatu pekerjaan, Lalgee menyarankan kandidat untuk menyiapkan jawaban yang menyoroti misi atau budaya perusahaan.
"Jika Anda benar-benar berkomitmen pada misi dan budaya, banyak orang akan percaya bahwa Anda akan lebih berdedikasi pada pekerjaan," sebut Lalgee.
2. Mengapa Anda meninggalkan perusahaan sebelumnya
Hal terburuk yang dapat dilakukan kandidat adalah berbicara tentang perusahaan sebelumnya atau saat ini, tutur Lalgee.
Dia mengatakan bahwa mudah untuk terbawa suasana saat Anda sedikit gugup.
"Itu akan selalu menjadi tanda bahaya saat mereka mempertimbangkan Anda dibandingkan kandidat lain," kata Lalgee.
Menurut dia, kandidat harus berbicara positif tentang pengalaman masa lalu sambil menambahkan bahwa mereka mencari tantangan baru. Jika seorang kandidat merasa harus jujur tentang pengalaman negatif, ia dapat mengatakan bahwa itu bukan kecocokan atau budaya.
Lalgee kemudian merekomendasikan untuk mengubah pembicaraan untuk menjelaskan bagaimana perusahaan saat ini lebih selaras dengan tujuan atau nilai yang dicari kandidat.
3. Rencana masa depan
Lalgee mengatakan, Anda mungkin tergoda untuk jujur ketika ditanya tentang rencana jangka panjang, apakah itu melanjutkan sekolah, menikah, atau berganti haluan karier.
Meski demikian, ketika HRD menanyakan hal ini, mereka ingin Anda berbicara tentang masa depan Anda di perusahaan, saran Lalgee. Ia menambahkan, rekrutmen itu mahal dan perusahaan tidak menginginkan orang yang akan mereka investasikan yang akhirnya akan keluar.
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi melamar kerja, wawancara kerja.
4. Gaji
Lalgee mengatakan, HRD tidak boleh bertanya berapa gaji Anda. Pun jika mereka bertanya, Anda tidak boleh mengatakan yang sebenarnya.
"Sebaliknya, Anda harus menyebutkan kisaran gaji yang Anda targetkan," kata Lalgee.
Kandidat harus memberikan kisaran lebih dari apa yang mereka cari, saran Lalgee. Ia juga memperingatkan untuk tidak merendah dan pastikan angka awal adalah titik tengah Anda.
"Dengan begitu, jika mereka merendah, yang banyak mereka lakukan saat ini karena keadaan pasar, setidaknya Anda tidak benar-benar merendah," tutur Lalgee.
5. Apakah Anda sedang melamar di tempat lain
Lalgee mengatakan, jika Anda menyebut sedang melamar kerja atau diwawancarai di perusahaan lain, ini dapat memberi Anda kekuatan negosiasi.
"Kandidat harus menjawab "ya" atau mengatakan bahwa mereka "sedang dalam proses," ketika ditanya apakah mereka akan diwawancarai di tempat lain," sebut Lalgee
"Semakin banyak Anda diminati, semakin baik," imbuh dia.
Meskipun tidak perlu membagikan detail spesifik, Lalgee mengatakan dia belum pernah melihat strategi ini menjadi bumerang dan memperingatkan terhadap pendekatan sebaliknya dengan memberi tahu perusahaan bahwa semua telur Anda ada di keranjang mereka.