Gunung Raja Paksi Geber Dekabonisasi, Begini Caranya
Sebagai perusahaan yang menyumbang karbon cukup besar, GRP telah memulai melakukan strategi untuk dekarbonisasi.
(detikFinance) 09/08/24 16:15 13929614
Jakarta - PT Gunung Raja Paksi (GRP) Tbk adalah salah satu produsen baja terbesar di Indonesia. Sebagai perusahaan yang menyumbang karbon cukup besar, GRP telah memulai melakukan strategi untuk dekarbonisasi.General Manager Corporate Planning & Sustainability PT Gunung Raja Paksi Tbk, Sheren Omega mengatakan perusahaan telah berfokus dalam investasi lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance/ESG) sejak 2021. Hal itu dilakukan juga dalam rangka menurunkan sumbangsih karbon yang dihasilkan dari bisnis baja.
"Sebagai salah satu sektor penyumbang karbon cukup banyak secara global dan di Indonesia yang tidak perlu kami banggakan, kami ingin berusaha mengurangi dampak bisnis kami tidak hanya lingkungan tetapi dampak sosial dan tata kelola perusahaan juga kita perhatikan," kata dia dalam Talkshow Inisiatif Keberlanjutan Mendukung Dekarbonisasi di Festival LIKE 2 KLHK, JCC, Jumat (9/8/2024).
Sheren mengatakan sampai saat ini GRP sudah melakukan berbagai strategi untuk menurunkan karbon yang dihasilkan dari bisnis perusahaan. Strategi tersebut di antaranya sosialisasi kepada suplier mengenai pentingnya penerapan ESG sehingga bisa dilakukan dekarbonisasi.
Selain itu, perusahaan juga melakukan eksplorasi teknologi untuk mengefisiensikan energi perusahaan. Menurutnya dengan efisiensi energi, maka harapannya dampak negatif terhadap lingkungan bisa menurun.
"Kami juga mengeksplore bagaimana bisa menggantikan fuel kami lebih ramah lingkungan. Ini erat kaitannya bahwa GRP mengurangi karbon, kedua bagaimana monitoring efisiensi dari operation production, efisiensi juga erat kaitannya dengan energi yang dikonsumsi," terangnya.
Sheren mengatakan perusahaan juga dimungkinkan melakukan pengurangan karbon pada produknya. Namun itu merupakan tahap terakhir jika sejumlah upaya yang sebelumnya dilakukan belum berhasil menurunkan karbon secara signifikan.
"Offsetting menjadi langkah terakhir kami untuk achieve produk yang zero carbon. Jika satu, dua, tiga, jika masih ada sisa karbon, maka offsetting carbon jadi langkah terakhir," tuturnya.
Lebih lanjut, untuk mengurangi konsumsi energi listrik, GRP juga telah membuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jawa Barat. Instalasi PLTS itu mencapai 9,3 MWp (megawatt peak).
"Target kami 33 MWp. Mungkin kalau dilihat 9,3 MWp ini besar sekali. Namun jika dibandingkan konsumsi listrik tahunan, hanya 7% dari listrik yang kita konsumsi," pungkasnya. (ada/fdl)