Konsumen Tertarik Beli Produk Kecantikan karena Harga Murah, Benarkah?
Menurut VP Data Management & Business Intelligence Social Bella, harga murah bukan daya tarik utama yang membuat konsumen membeli produk kecantikan.
(Kompas.com) 09/08/24 17:30 13938985
JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, ada beragam produk kecantikan yang dikemas secara menarik, berkualitas bagus, dipromosikan oleh figur publik, tetapi dijual dengan harga murah.
Alasannya adalah untuk menarik perhatian masyarakat menjadi konsumen tetap produk tersebut. Sebab, siapa yang tidak tergiur dengan harga murah?
Kendati demikian, VP Data Management & Business Intelligence Social Bella, Amanda Melissa, mengatakan, harga murah sudah tidak lagi menjadi hal utama dalam menarik perhatian orang-orang.
“Jawabannya tidak, karena ada segmennya masing-masing,” ujar dia di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Harga murah memang masih diminati masyarakat. Namun, ada hal lain yang mereka cari ketika membeli suatu produk.
Misalnya saja, mereka mencari produk kecantikan dari merek ternama, merek dari negara tertentu, merek lokal, atau pemain baru dalam industri kecantikan.
Ada pula yang sengaja membeli produk kecantikan dari merek yang mungkin terdengar asing karena jarang masuk daftar rekomendasi para beauty influencer, tetapi ternyata pemakainya cukup banyak.
“Ada memang segmen yang mungkin enggak peduli mereknya apa, tapi misalnya sepupu dan temannya pakai dan kebetulan harganya murah, jadi oke saja dia beli,” kata Amanda.
Di sisi lain, ada konsumen yang tidak masalah dengan harga mahal asalkan kandungannya efektif dan membuatnya terlihat seperti habis dari salon atau klinik kecantikan.
“Ada juga segmen yang kalau diskon lagi happening, atau viral di TikTok, langsung disamber. Jadi, apakah harga murah jadi penentu? Enggak juga. Ada pasarnya masing-masing,” ucapnya yakin.
#produk-kecantikan #konsumen-produk-kecantikan #membeli-produk-kecantikan #harga-produk-kecantikan #alasan-membeli-produk-kecantikan