Ternyata, 5 "Kebohongan" Ini Dianjurkan Saat Wawancara Kerja Halaman all
Saat wawancara kerja, kandidat harus bersikap strategis tentang pesan yang mereka sampaikan. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 09/08/24 12:13 13944518
JAKARTA, KOMPAS.com - Wawancara kerja adalah tahapan rekrutmen karyawan yang kerap menjadi momok.
Sebab, jika jawaban yang diberikan terkesan aneh, bisa saja Anda kehilangan kesempatan bekerja di perusahaan impian.
"Bursa kerja benar-benar brutal dan sangat kompetitif. Jadi, saat wawancara kerja, Anda perlu menjawab dan mengatakan hal dengan benar," kata Joel Lalgee yang berpengalaman sebagai perekrut selama sekitar satu dekade, dikutip dari Business Insider, Jumat (9/8/2024).
SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi wawancara kerja atau interview kerja.Lalgee mengatakan, ia tidak menganjurkan untuk berbohong tentang keterampilan atau pengalaman. Namun, saat wawancara kerja, kandidat harus bersikap strategis tentang pesan yang mereka sampaikan.
Berikut beberapa "kebohongan demi kebaikan" yang disarankan Lalgee untuk dilakukan saat wawancara kerja.
1. Alasan Anda ingin bekerja di perusahaan itu
Lalgee menyatakan, semua orang tentu tahu alasan seseorang ingin bekerja di sebuah perusahaan adalah untuk menghasilkan uang, dan ini terutama berlaku untuk generasi muda.
Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak menyebut soal gaji dalam jawaban saat ditanya alasan Anda ingin bekerja di perusahaan itu.
Menurut Lalgee, perusahaan harus berempati terhadap kesulitan keuangan dan inflasi yang tinggi.
Namun, ia memperingatkan bahwa menjadikan pekerjaan sebagai hal yang mengutamakan uang dapat menciptakan persepsi orang yang ingin pindah kerja demi gaji yang lebih tinggi.