Sudah Kerja Sama dengan Partai Jadi Alasan Anies Tak Ambil Jalur Independen

Sudah Kerja Sama dengan Partai Jadi Alasan Anies Tak Ambil Jalur Independen

Kerja sama yang sudah dibangun Anies Baswedan dengan partai politik membuat dirinya enggan mengambil jalur independen meski elektabilitasnya tinggi. Halaman all

(Kompas.com) 09/08/24 20:58 13954900

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja sama yang sudah dibangun Anies Baswedan dengan partai politik membuat dirinya enggan mengambil jalur independen meski memiliki elektabilitas tinggi di Jakarta.

Hal itu disampaikan Anies usai blusukan di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (9/8/2024).

“Saya telah bekerja sama dengan partai politik sejak lama,” kata dia saat menjawab pertanyaan awak media berkait alasannya tak ambil jalur independen untuk berkontestasi di Pilkada Jakarta.

Karena kerja sama sudah berlangsung lama, lanjut Anies, percakapan antara dirinya dengan partai politik pun sangat panjang.

Karena alasan itu, Anies tak pernah punya keinginan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta melalui jalur independen.

“Bahkan percakapan dengan partai politik sudah panjang, jadi kita terus bekerja bersama dengan partai,” tutur dia.

Di lain sisi, meski belum ada kejelasan terkait partai politik yang akan mengusungnya di Pilkada Jakarta, Anies mengaku bahwa dirinya masih intens berkomunikasi dengan berbagai partai.

Anies melakukan komunikasi dan diskusi terbuka terkait kans dirinya bertarung di Pilkada Jakarta.

“Komunikasi dengan partai politik masih ada, semua partai. Intinya semua komunikasi berjalan dan ada yang sudah mengumumkan di awal, ada yang belum bisa mengumumkan di awal,” ucap Anies.

Diberitakan sebelumnya, lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan tiga nama yang memiliki elektabilitas tinggi di Pilkada Jakarta 2024.

Tiga nama tersebut yaitu Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan Ridwan Kamil.

Munculnya nama Anies, Ahok, dan Ridwan Kamil diperoleh berdasarkan jajak pendapat yang diselenggarakan Indikator Politik Indonesia pada 18-26 Juni 2024.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ketiga nama di atas selalu konsisten menempati posisi tiga teratas dalam berbagai simulasi.

Dalam simulasi terbuka atau top of mind misal. Anies berada di peringkat teratas diikuti oleh Ahok dan Ridwan Kamil.

Anies tercatat memiliki elektabilitas 39,7 persen, Ahok 23,8 persen, dan Ridwan Kamil 13,1 persen.

Kemudian, ketiga nama di atas kembali bertengger di posisi teratas dalam simulasi semi terbuka yang memiliki pilihan 40 nama.

Anies memiliki elektabilitas 41,7 persen, Ahok 26 persen, dan Ridwan Kamil 15,4 persen.

Hal serupa lalu terus berlanjut dalam beberapa simulasi lain dan posisinya tak pernah berubah. Anies selalu teratas, Ahok posisi kedua, dan Ridwan Kamil posisi ketiga.

“Jadi tiga nama ini selalu berada di peringkat teratas di berbagai simulasi. Mulai dari simulasi terbuka, semi terbuka, 16 nama, 11 nama, 9 nama, 4 nama, dan 3 nama,” ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara daring, Kamis (25/7/2024).

Berdasarkan data itu, Burhanuddin menilai, peluang munculnya kuda hitam dalam Pilkada Jakarta akan sangat minim.

Kalau pun menyempatkan predikat kuda hitam, mungkin yang bisa disebut kuda hitam justru Ahok dan Ridwan Kamil.

Pasalnya, Anies dalam berbagai simulasi selalu berada di posisi teratas.

“Kemungkinan munculnya kuda hitam di luar dari tiga nama teratas ini sangat kecil. Kenapa begitu, karena pilihan warga sudah sangat mengerucut,” ungkap Burhanuddin.

“Jadi kalau mau berharap ada kuda hitam, ya antara Ahok dan Ridwan Kamil. Di luar itu saya rasa cukup berat,” sambung dia.

Berikut ini hasil survei berdasarkan berbagai simulasi yang dilakukan Indikator Politik Indonesia:

Simulasi terbuka atau top of mind:

Anies Baswedan 39,7 persen

Ahok 23,8 persen

Ridwan Kamil 16,1 persen

Simulasi semi terbuka atau 40 nama:

Anies Baswedan 41,7 persen

Ahok 27 persen

Ridwan Kamil 15,4 persen

Simulasi 16 nama:

Anies Baswedan 41,9 persen

Ahok 27,9 persen

Ridwan Kamil 17,3 persen

Simulasi 11 nama:

Anies Baswedan 42,1 persen

Ahok 28,6 persen

Ridwan Kamil 17 persen

Simulasi 9 nama:

Anies Baswedan 42,7 persen

Ahok 29,2 persen

Ridwan Kamil 18,3 persen

Simulasi 4 nama:

Anies Baswedan 43,5 persen

Ahok 30,5 persen

Ridwan Kamil 13,5 persen

Simulasi 3 nama:

Anies Baswedan 43,8 persen

Ahok 32,1 persen

Ridwan Kamil 18,9 persen

Sebagai informasi, penarikan sampel dalam survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 800 responden berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.

Margin of error survei sebesar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

#anies-baswedan #anies #batal-dukung-anies #anies-gagal-maju-pilkada #pks-tarik-dukungan-ke-anies

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/09/20585251/sudah-kerja-sama-dengan-partai-jadi-alasan-anies-tak-ambil-jalur