Apakah Ibu Hamil Perlu Melakukan USG di Setiap Trimester?
Ibu hamil biasanya akan disarankan melakukan USG untuk mengetahui kondisi janin. Namun, apakah pemeriksaan USG perlu dilakukan di tiap trimester?
(Kompas.com) 11/08/24 21:03 14211344
JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap calon orangtua pasti ingin tahu perkembangan janinnya di dalam kandungan.
Mereka pun rutin konsultasi ke bidan di puskesmas setempat maupun dokter kandungan untuk kontrol bulanan.
Biasanya, bidan dan dokter kandungan akan menyarankan ibu untuk melakukan USG. Namun, apakah USG harus dilakukan di setiap trimester?
"Paling krusial adalah USG pada awal kehamilan (trimester pertama)," ungkap dr. Riyan H Kurniawan, Sp.OG-(K)FER, dokter spesialis kandungan ahli fertilitas yang berpraktik di RS PELNI, saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, trimester pertama mengacu pada masa kehamilan pada pekan satu sampai ke-13 alias satu sampai tiga bulan.
Sementara trimester kedua adalah masa kehamilan pada pekan ke-14 sampai dengan pekan ke-26 alias empat sampai enam bulan.
Kemudian, trimester ketiga adalah masa kehamilan pada pekan ke-27 sampai dengan pekan ke-40 atau tujuh sampai sembilan bulan.
USG pada trimester pertama
Dokter yang juga praktik di RSCM Kencana dan RSCM Kintani ini menjelaskan, USG pada awal kehamilan dapat membantu dokter kandungan menentukan lokasi kehamilan.
"Hamilnya dalam rahim atau tidak, karena ada kehamilan di luar kandungan. Kemudian, janin ada atau tidak, karena ada kehamilan yang hamil anggur atau tidak ada janinnya. Hamil kosong, tidak ada janinnya," tutur Riyan.
USG pada trimester pertama juga dapat memberi tahu jumlah janin, serta panjang janin untuk menentukan usia kehamilan.
USG pada trimester kedua
Memasuki trimester kedua, ibu juga disarankan untuk melakukan USG untuk mengetahui perkembangan janin.
"Beratnya sesuai atau tidak. Kemudian, volume air ketuban bagaimana, dan plasenta menempel di mana," ucap Riyan.
Apabila memungkinkan, ibu hamil disarankan melakukan USG setiap bulan agar perkembangan janin mudah dikontrol.
Apabila ditemukan suatu kelainan, dokter kandungan bisa mengetahui dan menanganinya sejak awal.
"Misal bayinya kecil, baru ketahuan di hamil enam bulan. Ibu punya kesempatan tiga bulan untuk memperbaiki pola makanan supaya berat bayi terkejar," papar Riyan.
Jika berat badan janin baru diketahui pada usia kehamilan sembilan bulan, terlebih dalam periode siap melahirkan, sudah tidak ada waktu bagi ibu untuk menambah berat badan bayi.
Selain itu, jika melakukan USG pada trimester kedua umumnya jenis kelamin janin sudah terlihat. Bentuk tubuhnya juga sudah mulai terpampang dengan jelas.
Dok. Freepik/Prostooleh Ilustrasi ibu hamilUSG pada trimester ketiga
USG pada trimester ketiga, dapat membantu dokter kandungan mengetahui bagaimana proses persalinan ibu nantinya, dengan memeriksa kondisi bayi.
Salah satu permasalahan yang dapat terjadi dalam persalinan adalah janin terlilit tali pusar.
Riyan mengatakan, selama kehamilan berlangsung, terjadinya lilitan tali pusar pada bayi tidak masalah.
Kecuali, saat persalinan ada kontraksi yang kuat. Ketika lilitannya kencang, bayi bisa dilahirkan dalam kondisi kurang baik.
"Atau, kalau lilitan cukup kencang, kepala bayi tidak turun-turun. Itu kira-kira kemungkinan dampak kalau ada lilitan saat persalinan," papar dia.
"Tapi, belum tentu selalu terjadi. Bisa saja ada lilitan, tapi persalinan berjalan lancar. Jadi, memang perlu pengawasam selama persalinan," imbuh Riyan yang juga berpraktik di RS Primaya Tangerang ini.
USG pada trimester ketiga adalah cara untuk memastikan apakah janin terlilit tali pusar atau tidak.
#ibu-hamil #usg #usg-kehamilan #periksa-kehamilan #trimester-kehamilan