Anies Baswedan di Pusaran "Borong Partai" ala KIM Plus, Terancam Batal Dicalonkan pada Pilkada Jakarta
Anies terancam gagal maju Pilkada Jakarta setelah berembus isu PKS merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung Ridwan Kamil. Halaman all
(Kompas.com) 12/08/24 08:06 14267848
JAKARTA, KOMPAS.com -Anies Baswedan berada di ambang kegagalan untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Pasalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini menunjukkan sinyal untuk menarik dukungan kepada Anies setelah sebelumnya menyatakan dukungan.
Seperti diketahui, sejak Juni 2024 lalu, PKS mengumumkan akan mengusung Anies dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Jakarta.
Namun, beberapa hari terakhir, PKS menunjukkan gelagat bakal bermanuver. Berembus isu partai pimpinan Ahmad Syaikhu itu akan merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta 2024.
PKS jajaki komunikasi dengan KIM
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan, partainya kini menjajaki komunikasi dengan KIM.
Langkah ini disebut Kholid sebagai opsi kedua setelah tenggat waktu pengusungan Anies Baswedan-Sohibul Iman berakhir pada 4 Agustus 2024 lalu.
Kata Kholid, hingga 4 Agustus 2024, tidak ada satupun parpol yang memberikan dukungan secara resmi kepada pasangan Anies-Sohibul Iman.
"Ketika tenggat waktu 4 Agustus itu sudah lewat, maka opsi kedua inilah yang akan kita kaji, kita bahas dan kita perdalam. Itulah kemudian pimpinan kami berkomunikasi dengan pimpinan parpol lain termasuk dengan Koalisi Indonesia Maju," kata Kholid di DPP PKS, Jalan Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2023).
Kholid enggan menegaskan bagaimana nasib Anies ketika PKS akhirnya melanjutkan opsi kedua lewat komunikasi dengan parpol lain.
Ia hanya memastikan, komunikasi dengan Anies yang notabene mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga masih berlanjut.
"Sampai detik ini kita juga masih membangun komunikasi dengan Mas Anies. Dan opsi kedua sudah berjalan saat ini. Kalau sebelumnya kerangka kerja kita tanggal 25 Juni hingga 4 Agustus itu opsi satu saja," jelasnya.
"Sekarang kita mendalami komunikasi di opsi yang kedua. Lebih mendalami opsi kedua ini dengan pimpinan KIM," bebernya.
Golkar sebut pendamping Ridwan Kamil hampir pasti kader PKS
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, kader PKS sudah hampir pasti menjadi calon wakil gubernur (cawagub) pendamping Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta 2024.
"Hampir, hampir (pasti kader PKS jadi cawagub Ridwan Kamil)," ujar Doli di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2024).
Doli menjelaskan, KIM dan partai di luar KIM sudah sepakat bahwa cawagub Ridwan Kamil akan dibicarakan secara musyawarah mufakat.
Dia meminta publik untuk menanti siapa cawagub Ridwan Kamil yang akan diputuskan.
"Jadi kita sudah sepakat bahwa wakilnya itu akan dibicarakan secara musyawarah mufakat dari partai politik yang nanti akan gabung sebagai pengusung Pak Ridwan Kamil. Jadi ditunggu saja," kata Doli.
Pencalonan Anies wasalam
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, peluang Anies maju pada Pilkada Jakarta akan kandas jika PKS menarik dukungan.
"Kalau PKS tak usung Anies, nasib pencalonan Anies wasalam. Karena selama ini yang serius jual Anies ke partai lain hanya PKS," jelas Adi kepada Kompas.com, Senin (12/8/2024).
Menurut Adi, kesalahan terbesar Anies adalah mengambangkan kesetiaan PKS selama ini.
Bahkan, kata Adi, Anies terkesan menolak dan tak menseriusi proposal pencalonan dirinya dengan Sohibul Iman.
"Malah Anies sibuk cari kepastian dengan calon dan partai lain yang sampai hari ini tak pernah ada yang pasti. Mungkin Anies mulai merasa bahwa yang selama ini cintanya tulus ke dirinya hanya PKS," kata Adi.
"Sepertinya Anies mulai menyesal setelah PKS menarik dukungan ke Anies. Menyesal karena kehilangan cinta setianya," sambungnya.
Meski begitu, Adi menilai bahwa Anies masih memiliki peluang untuk maju Pilkada Jakarta 2024.
Namun, hal itu akan mungkin terjadi apabila Anies bisa meyakinkan PKB, Nasdem, dan PDI-P.
"Anies bisa ke Nasdem, PKB, dan PDI-P. Masih mungkin bangun komunikasi tentu dengan modal elektabilitas Anies yang menjulang. Problemnya, apakah modal elektabilitas Anies bisa yakinkan tiga partai itu? Rasa-rasanya sulit," ujar Adi.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Sekretaris Jenderal PKS Zainudin Paru mengatakan, Anies kemungkinan batal maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jakarta 2024.
Pasalnya, rencana duet Anies dengan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman tak mendapat dukungan partai lain.
“Karena baru dapat SK (surat keputusan) usungan dari PKS, Anies dan Sohibul Iman (Aman) kemungkinan gagal jadi cagub/cawagub di Pilkada Jakarta,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (9/8/2024).
Zainudin mengatakan, sampai saat ini, hanya PKS yang mendeklarasikan dukungan untuk Anies-Sohibul.
Sementara, Anies dianggap gagal menggandeng partai lain untuk berkoalisi sebagai syarat memenuhi ambang batas pencalonan gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
(Penulis: Fika Nurul Ulya, Adhyasta Dirgantara | Editor: Dani Prabowo, Ardito Ramadhan)
#pks #anies-baswedan #adi-prayitno #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus