Malaysia Selidiki Dugaan Dumping Plastik dari China dan Indonesia, Inaplas: Kalau dari Indonesia Rasanya Tidak Mungkin

Malaysia Selidiki Dugaan Dumping Plastik dari China dan Indonesia, Inaplas: Kalau dari Indonesia Rasanya Tidak Mungkin

Penyelidikan dilakukan lantaran pemerintah Malaysia menerima aduan bahwa plastik PET dari China dan Indonesia dijual lebih murah sehingga merugikan. Halaman all

(Kompas.com) 12/08/24 11:57 14308371

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiono merespons Kementerian Perdagangan (Kemendag) Malaysia yang mulai penyelidikan soal bea masuk anti dumping (BMAD) atas impor polietilena tereftalat (PET) dari China dan Indonesia.

Penyelidikan dilakukan lantaran pemerintah Malaysia menerima aduan bahwa plastik PET dari China dan Indonesia dijual lebih murah sehingga merugikan produsen lokal.

Fajar mengatakan, barang plastik dari China saat ini memang sangat murah lantaran produk lebih banyak, namun, hal tersebut tidak berlaku untuk plastik PET dari Indonesia.

Shutterstock/timquo Ilustrasi wadah plastik.

"Kalau (plastik PET) dari China sudah pasti barang itu lebih murah banget, tapi kalau dari Indonesia ke Malaysia rasanya enggak mungkin karena kita saja enggak bisa ngelawan barang China yang masuk ke Indonesia," kata Fajar saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/8/2024).

Fajar menyebut, plastik PET dari Indonesia bahkan sempat menghentikan produksi selama Juni-Juli 2024 lantaran banjir barang dari China.

Selain itu, kata dia permintaan di dalam negeri juga menurun dan sudah adanya daur ulang botol plastik.

"Sebagian kan diisi sama produk recycle dan ketika diisi lagi sama impor dari China mau enggak mau utilitas di bawah 60 persen, sehingga kita sempat berhenti (produksi) sambil tunggu pasar baik," ujarnya.

Fajar menuturkan, saat ini ada empat perusahaan plastik PET di Indonesia yang melakukan ekspor ke pasar Asia. Namun, ia menilai harga yang dijual tidak mungkin lebih murah dari China lantaran pasar dalam negeri jauh lebih baik.

Ia mengatakan, Inaplas dapat membantu pemerintah Malaysia untuk membuktikan bahwa barang tersebut bukan dari Indonesia.

SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi wadah makanan, wadah plastik.
"Dan kalau Malaysia menuduh kita dumping, ya kita nanti buktikan saja, itu kan kalau dumping itu harus ada history (riwayatnya) paling tidak seminggu, bulan secara berturut-turut datanya, mungkin Kemendag atau Pemerintah Malaysia bisa berkoordinasi dengan kami," ucap dia.

Dilansir dari Kontan.co.id, Malaysia memulai penyelidikan bea antidumping atas impor polietilena tereftalat (PET) atau plastik, yang berasal dari China dan Indonesia.

Penyelidikan dimulai setelah ada petisi dari produsen dalam negeri yang diterima pemerintah Malaysia pada 10 Juli 2024, demikian Kementerian Perdagangan Malaysia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jumat (9/8/2024).

Pemohon menuduh impor PET dari China dan Indonesia dijual dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga jual dalam negeri di negara asal.

Pengaduan tersebut juga menuduh bahwa impor yang didumping dari China dan Indonesia telah meningkat dalam hal kuantitas absolut, yang menyebabkan kerugian material bagi pemohon.

Temuan awal akan dibuat dalam waktu 120 hari sejak dimulainya penyelidikan, kata kementerian tersebut, tanpa menyebutkan kapan penyelidikan dimulai.

"Jika penetapan awal positif, pemerintah akan mengenakan bea masuk antidumping sementara pada tingkat yang diperlukan untuk mencegah kerugian lebih lanjut pada industri dalam negeri," sebut Kementerian Perdagangan Malaysia.

Secara terpisah, Kementerian Perdagangan Malaysia juga mengumumkan tinjauan administratif atas bea masuk antidumping atas impor kawat baja pilin untuk beton prategang yang berasal dari China.

Malaysia telah mengenakan bea masuk antidumping atas barang-barang tersebut berkisar antara 2,09 persen hingga 21,72 persen, yang berlaku selama lima tahun sejak Desember 2021 setelah penyelidikan sebelumnya.

Pada hari Jumat, kementerian mengatakan telah menerima permintaan tinjauan dari produsen dalam negeri dengan alasan bahwa margin dumping barang dagangan impor telah berubah secara substansial, sesuai dengan peraturan antidumping setempat.

#botol-plastik #plastik-pet #barang-plastik #perusahaan-plastik

https://money.kompas.com/read/2024/08/12/115741126/malaysia-selidiki-dugaan-dumping-plastik-dari-china-dan-indonesia-inaplas