Diserang Drone, Ratusan Muslim Rohingya Menjauh dari Perbatasan Bangladesh
Serangan drone memaksa ratusan Rohingya menjauh dari perbatasan. - Halaman all
(InvestorID) 12/08/24 19:56 14320893
ANKARA, investor.id – Serangan pesawat nirawak (drone) memaksa ratusan warga etnis Rohingya menjauh dari perbatasan. Sekitar 200 Muslim Rohingya dilaporkan telah melarikan diri dari perbatasan Bangladesh pada Senin (5/8/2024) untuk kembali ke kampung halaman mereka.
Ribuan orang lainnya masih berlindung di area persawahan, menunggu waktu untuk dapat melintasi perbatasan Bangladesh, kata sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM).
Ratusan orang telah mempertaruhkan nyawa mereka, bergerak menuju daerah yang dikuasai oleh kelompok pemberontak. Sementara itu, pemberontak diduga melakukan serangan drone mematikan di dekat Sungai Naf yang merupakan batas alami antara Bangladesh dan Myanmar.
“Rohingya di Maungdaw masih berusaha melarikan diri ke Bangladesh. Beberapa melarikan diri ke daerah yang dikuasai oleh Tentara Arakan karena mereka tidak melihat alternatif lain,” ujar Nay San Lwin, salah satu pendiri Free Rohingya Coalition, seperti dikutip kantor berita Turki Anadolu, Senin (12/8/2024).
Adapun free Rohingya Coalition adalah jaringan global aktivis Rohingya.
Serangan mematikan pada 5 Agustus 2024 terjadi di Maungdaw, negara bagian Rakhine Myanmar yang berbatasan dengan Bangladesh. Video yang diunggah di media sosial menunjukkan jenazah terletak di tanah berlumpur, dengan barang-barang mereka berserakan di sekitarnya.
Serangan terbaru ini dianggap sebagai bagian dari konflik yang sedang berlangsung oleh kelompok pemberontak terhadap Rohingya. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut kekerasan terhadap orang-orang yang melarikan diri, yang telah mengalami operasi pembersihan sistematis oleh junta militer Myanmar.
Ribuan Rohingya telah melarikan diri ke kota terdekat Maungdaw setelah penangkapan di kota Buthidaung oleh pemberontak pada Mei 2024.
Buthidaung memiliki populasi Rohingya terbesar sejak gelombang kekerasan besar terhadap Rohingya pada 2017 oleh tentara Myanmar.
Rekrutmen Paksa
Tentara Arakan "memaksa" pemuda Rohingya mau direkrut di Buthidaung, selain melakukan banyak pelanggaran lainnya, ungkap Nay.
“Dalam beberapa hari terakhir, Tentara Arakan telah memerintahkan dua desa, Sein Hynin Pyar dan Hpon Nyo Leik, untuk menyediakan setidaknya 100 pemuda Rohingya,” jelasnya.
Kelompok pemberontak, menurutnya, mengancam desa-desa Rohingya akan dibakar jika tidak menyediakan para pemuda untuk menjadi anggota pasukan mereka.
Keluarga-keluarga Rohingha dipaksa membayar uang dalam jumlah besar untuk menghindari rekrutmen paksa, imbuhnya.
Tentara Arakan yang telah membunuh hampir 2.000 Rohingya dan membakar ribuan rumah Rohingya di Buthidaung pada Mei 2024, mulai menargetkan komunitas Muslim di Maungdaw pada awal Juni 2024, menurut Nay.
Sejak saat itu, setidaknya 400 warga Rohingya tewas di Maungdaw.
“Rohingya di Maungdaw masih melarikan diri, tetapi karena kebijakan ketat Bangladesh yang tidak mengizinkan pengungsi baru, banyak yang ditolak di perbatasan, dan beberapa telah dikembalikan ke Myanmar baru-baru ini,” sambungnya.
Saat ini, beberapa Rohingya melarikan diri ke daerah yang dikuasai oleh Tentara Arakan. “Situasi kemanusiaan sangat kritis. Penderitaan di Buthidaung tidak dapat dibayangkan,” kata dia.
Sekitar 600.000 anggota kelompok etnis mayoritas Muslim ini masih berada di negara bagian tersebut. Sementara lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar.
Sebagian menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas minoritas Muslim pada Agustus 2017, sehingga jumlah orang yang teraniaya di Bangladesh melebihi 1,2 juta.
Tentara Arakan menghentikan perjanjian gencatan senjata pada November 2023 yang berlaku sejak kudeta militer Februari 2021.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #muslim-rohingya #bangladesh #rohingya #serangan-drone #berita-ekonomi-terkini