5 Tanda yang Menunjukkan Kamu Berada di Kelas Menengah Halaman all
Garis antara kelas menengah dan kelas bawah sering kali tidak jelas, tetapi posisi kamu dalam hierarki sosial sangat memengaruhi gaya hidup. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 13/08/24 08:41 14355344
JAKARTA, KOMPAS.com - Status sosial ekonomi adalah isu yang kompleks lantaran adanya garis yang tidak jelas antara kelas sosial.
Garis antara kelas menengah dan kelas bawah sering kali tidak jelas, tetapi posisi kamu dalam hierarki sosial sangat memengaruhi gaya hidup dan kemampuan dalam mengumpulkan kekayaan.
Saat ini pembicaraan mengenai kelas menengah sedang hangat. Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyebutkan bahwa menjadi kelas menengah di Indonesia tidaklah mudah. Salah satu alasannya adalah kurangnya perlindungan sosial yang memadai. Selain itu, daya beli kelas menengah cenderung menurun dalam enam bulan terakhir.
Nah, apa itu kelas menengah? Apakah kamu masuk kelas menengah? Dikutip dari Yahoo Finanace, Selasa (14/8/2024), ada beberapa indikator tertentu untuk menunjukkan apakah kamu saat ini masuk dalam kelas menengah atau tidak.
1. Kondisi perumahan
Pendiri GoodFinancialCents.com Jeff Rose menyebutkan, perumahan adalah salah satu pengeluaran terbesar dalam anggaran keluarga.
"Jika kamu bisa membeli rumah, terutama jika harganya cukup tinggi, dan dapat membayar semua biaya, seperti KPR, pajak, serta biaya perbaikan tanpa terlalu kesulitan, itu menunjukkan bahwa kamu berada di kelas menengah," kata Jeff.
"Namun, jika membeli rumah terasa seperti mimpi yang sulit terwujud karena harganya terlalu mahal atau menabung untuk uang muka terasa sangat sulit, dan kamu harus menyewa bukan karena keinginan tetapi karena terpaksa, itu bisa berarti kamu berada di kelas bawah," lanjut dia.
Perumahan tidak sepenuhnya menentukan kelas sosial, tetapi memilih biaya yang lebih rendah dengan mengorbankan ruang, fasilitas, dan lokasi sering kali merupakan keputusan yang diambil karena keterbatasan finansial. Jika lebih dari 50 persen pendapatan kamu habis untuk biaya perumahan, hal tersebut bukan situasi yang ideal.
2. Pekerjaan
Beberapa pekerjaan masuk kategori kerah putih atau kerah biru, yang menunjukkan apakah seseorang berada di kelas pekerja atau kelas menengah. Misalnya, pekerjaan seperti pelayan, sopir truk, pekerja ritel, buruh pabrik, dan petugas kebersihan biasanya mencerminkan status ekonomi yang lebih rendah.
"Kamu dianggap berada di kelas menengah jika kamu bekerja di posisi manajerial atau memiliki pekerjaan dengan keterampilan khusus. Pekerjaan ini biasanya memberikan penghasilan yang cukup, tunjangan lengkap, dan stabilitas pekerjaan yang lebih tinggi," kata CEO dari Salarship Nathan Brunner.
"Pekerjaan ini sering memerlukan pendidikan tinggi atau keterampilan khusus, yang memberikan rasa aman secara finansial yang khas bagi kelas menengah," tambahnya.
Namun, Nathan menyebutkan, pekerjaan seperti mengajar, keperawatan, akuntansi, dan TI dapat memengaruhi kelas menengah pekerja, tetapi tergantung pada senioritas dan sertifikasi.
"Dan karier kerah putih, meskipun sering kali bergengsi, masih menawarkan gaji yang cukup rendah yang mengikat pekerja pada kehidupan kelas menengah," kata dia.
#kelas-menengah #kelas-menengah-di-indonesia #daya-beli-kelas-menengah