JAKARTA, KOMPAS.com - Status sosial ekonomi adalah isu yang kompleks lantaran adanya garis yang tidak jelas antara kelas sosial.
Garis antara kelas menengah dan kelas bawah seringkali tidak jelas, namun, posisi kamu dalam hierarki sosial sangat memengaruhi gaya hidup dan kemampuan dalam mengumpulkan kekayaan.
Saat ini pembicaraan mengenai kelas menengah sedang hangat. Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyebutkan bahwa menjadi kelas menengah di Indonesia tidaklah mudah. Salah satu alasannya adalah kurangnya perlindungan sosial yang memadai. Selain itu, daya beli kelas menengah cenderung menurun dalam enam bulan terakhir.
Nah apa itu kelas menengah? Apakah kamu masuk kelas menengah? Dikutip dari Yahoo Finanace, Selasa (14/8/2024), ada beberapa indikator tertentu untuk menunjukkan apakah kamu saat ini masuk dalam kelas menengah atau tidak.
1. Kondisi perumahan
Pendiri GoodFinancialCents.com Jeff Rose menyebutkan perumahan adalah salah satu pengeluaran terbesar dalam anggaran keluarga.
"Jika kamu bisa membeli rumah, terutama jika harganya cukup tinggi, dan dapat membayar semua biaya seperti KPR, pajak, serta biaya perbaikan tanpa terlalu kesulitan, itu menunjukkan bahwa kamu berada di kelas menengah," kata Jeff.
"Namun, jika membeli rumah terasa seperti mimpi yang sulit terwujud karena harganya terlalu mahal atau menabung untuk uang muka terasa sangat sulit, dan kamu harus menyewa bukan karena keinginan tetapi karena terpaksa, itu bisa berarti kamu berada di kelas bawah," lanjut dia.
Meskipun perumahan tidak sepenuhnya menentukan kelas sosial, namun, memilih biaya yang lebih rendah dengan mengorbankan ruang, fasilitas, dan lokasi sering kali merupakan keputusan yang diambil karena keterbatasan finansial. Jika lebih dari 50 persen pendapatan kamu habis untuk biaya perumahan, hal tersebut bukan situasi yang ideal.
2. Pekerjaan
Beberapa pekerjaan yang masuk dalam kategori kerah putih atau kerah biru, yang menunjukkan apakah seseorang berada di kelas pekerja atau kelas menengah. Misalnya, pekerjaan seperti pelayan, sopir truk, pekerja ritel, buruh pabrik, dan petugas kebersihan biasanya mencerminkan status ekonomi yang lebih rendah.
"Kamu dianggap berada di kelas menengah jika kamu bekerja di posisi manajerial atau memiliki pekerjaan dengan keterampilan khusus. Pekerjaan ini biasanya memberikan penghasilan yang cukup, tunjangan lengkap, dan stabilitas pekerjaan yang lebih tinggi," kata CEO dari Salarship Nathan Brunner.
"Pekerjaan ini sering memerlukan pendidikan tinggi atau keterampilan khusus, yang memberikan rasa aman secara finansial yang khas bagi kelas menengah," tambanya.
Namun, Nathan menyebutkan, pekerjaan seperti mengajar, keperawatan, akuntansi, dan TI dapat memengaruhi kelas menengah pekerja, tetapi tergantung pada senioritas dan sertifikasi.
"Dan karier kerah putih, meskipun sering kali bergengsi, masih menawarkan gaji yang cukup rendah yang mengikat pekerja pada kehidupan kelas menengah," kata dia.
3. Tabungan dan investasi
Menabung dan berinvestasi adalah cara penting untuk melindungi keuangan dan mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari waktu ke waktu. Namun, bagi banyak orang yang berada di kelas bawah, menabung dan berinvestasi bisa jadi sulit.
Sedangkan bagi kelas menengah, memiliki tabungan, investasi, atau rencana pensiun adalah hal yang biasa.
"Jika kamu hidup dengan uang pas-pasan dan tidak punya cadangan untuk keadaan darurat atau masa depan, kamu mungkin termasuk kelas bawah," kata Jeff Rose.
Keterbatasan tabungan dan investasi sering kali membuat kelas bawah sulit untuk keluar dari kondisi ekonomi yang tidak stabil. Tanpa tabungan, mereka lebih rentan terhadap utang, kebangkrutan, dan krisis keuangan.
4. Gaya Hidup
Apakah kamu bisa berlibur setiap tahun, makan di luar secara teratur, atau membeli barang baru tanpa khawatir? Kemewahan kecil seperti ini memerlukan dasar keamanan finansial yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa anda memiliki dana tambahan dalam anggaran untuk kesenangan kecil.
Jika hal-hal ini terasa sulit dicapai lantarab keterbatasan anggaran, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu termasuk dalam kelas bawah.
Meskipun pengelolaan anggaran yang cerdas dapat membantu menyediakan ruang untuk kesenangan-kesenangan kecil ini, kemampuan untuk menikmati kemewahan sesekali lebih sering dikaitkan dengan stabilitas finansial yang dimiliki oleh kelas menengah.
5. Pendidikan
Tingkat pendidikan sering kali mencerminkan status ekonomi seseorang. Namun, bagi mereka yang berasal dari kelas bawah, beberapa hambatan dapat membuat pendidikan tinggi sulit dijangkau.
Pendidikan tinggi biasanya membuka peluang untuk pekerjaan dengan gaji lebih baik, yang sering kali dikaitkan dengan kelas menengah.
Namun, biaya kuliah yang tinggi bisa menjadi penghalang besar terutama bagi mereka yang tidak mampu membayarnya. Ketika biaya kuliah terlalu mahal, individu dari kelas bawah mungkin harus bekerja daripada melanjutkan studi sehingga sulit untuk meningkatkan status ekonomi mereka.
Meskipun memiliki gelar sarjana tidak secara otomatis menempatkan seseorang di kelas menengah, namun, tidak memilikinya bisa menjadi tanda adanya kesulitan untuk mencapainya.
Adapun gelar pendidikan dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk memahami posisi ekonomi seseorang dalam masyarakat.