Lazada Group Catatkan EBITDA Positif, Bukti Strategi Bisnis Efektif

Lazada Group Catatkan EBITDA Positif, Bukti Strategi Bisnis Efektif

Sejalan dengan capaian itu, Lazada akan terus meningkatkan investasi aktif di pasar Asia Tenggara dengan model operasional bisnis yang berkelanjutan. Halaman all

(Kompas.com) 13/08/24 17:04 14363458

KOMPAS.com – Unit e-commerce milik Alibaba Group di Asia Tenggara, Lazada, mencatatkan penghasilan bulanan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) positif untuk kali pertama pada Juli 2024.

Capaian itu menjadi angin segar bagi raksasa teknologi tersebut setelah upaya peningkatan penjualan internasional di tengah pertumbuhan bisnis perusahaan yang melambat di China.

“Status EBITDA positif ini membuktikan efektivitas strategi bisnis Lazada. Kami akan terus meningkatkan investasi aktif di pasar Asia Tenggara dengan model operasional bisnis yang berkelanjutan,” kata Chief Executive Officer (CEO) Lazada James Dong dalam pertemuan dengan karyawan pada Selasa (13/8/2024), seperti dilaporkan oleh Dow Jones Newswire.

Berdasarkan data yang dirilis Alibaba pada awal 2024, kerugian Lazada per pesanan telah menyusut secara signifikan. Hal ini berkat peningkatan monetisasi dan penurunan biaya logistik.

Untuk diketahui, Alibaba tidak memisahkan laporan keuangan Lazada yang merupakan unit utama dari divisi e-commerce internasional.

Pada tahun fiskal 2023, divisi e-commerce internasional Alibaba membukukan kerugian EBITDA yang disesuaikan sebesar 8,035 miliar yuan atau setara 1,12 miliar dollar AS secara keseluruhan. Kerugian ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sebesar 4,94 miliar yuan.

Menurut laporan tahunan Alibaba, kerugian tersebut sebagian besar disebabkan oleh peningkatan investasi.

Untuk diketahui, selain Lazada, divisi e-commerce internasional Alibaba juga mencakup merek e-commerce lain, seperti AliExpress, Trendyol, Alibaba.com, dan Daraz.

Sementara itu, pada kuartal I 2024, pendapatan divisi e-commerce internasional Alibaba naik 45 persen dari periode sama pada tahun sebelumnya menjadi 27,45 miliar yuan atau sekitar 3,8 miliar dollar AS. Angka ini lebih besar jika dibandingkan pertumbuhan keseluruhan Alibaba sebesar 7 persen.

Lazada yang berbasis di Singapura, beroperasi di enam pasar Asia Tenggara.E-commerce ini menargetkan melayani 300 juta pelanggan pada 2030.

Sebagai pemegang saham pengendali Lazada sejak 2016, Alibaba membuat beberapa perubahan pada posisi chief executive. Hal ini dilakukan dalam upaya mereplikasi kesuksesan besar mereka di dalam negeri ke pasar di luar China.

Sejak didirikan pada 2012, Lazada menjadi salah satu pemain di pasar e-commerce Asia Tenggara bersama sejumlah pesaing, seperti Sea, Amazon, dan TikTok Shop.

Lazada sendiri menghadapi persaingan ketat di Asia Tenggara dengan Amazon dan Shopee yang merupakan aplikasi e-commerce milik Sea.

Data pasar yang dirilis Sensor Tower mengungkapkan, Shopee mengalami peningkatan tahunan sebesar 10 persen dalam hal jumlah pengguna aktif bulanan global pada semester I 2024. Sementara, pada kategori yang sama, Lazada mengalami penurunan sebesar 12 persen.

Di Indonesia, berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan juga terus dilakukan Lazada, termasuk melalui upaya pemberdayaan brand dan penjual lokal Indonesia. Salah satunya, dengan menjadi mitra resmi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2023 yang diselenggarakan oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) pada akhir tahun lalu.

#e-commerce #lazada #alibaba #ebitda #alibaba-group #pertumbuhan-bisnis #lazada-indonesia

https://money.kompas.com/read/2024/08/13/170444626/lazada-group-catatkan-ebitda-positif-bukti-strategi-bisnis-efektif