Fakta Kebakaran di Manggarai: Ratusan Rumah di 2 RW Terbakar, Pemilik Rumah yang Jadi Sumber Api Kabur

Fakta Kebakaran di Manggarai: Ratusan Rumah di 2 RW Terbakar, Pemilik Rumah yang Jadi Sumber Api Kabur

Kebakaran di permukiman padat penduduk daerah Manggarai hanguskan ratusan rumah. Pemilik rumah yang jadi sumber api pertama kali disebut kabur. Halaman all

(Kompas.com) 14/08/24 07:47 14397740

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Kampung Bali Matraman, Manggarai, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/8/2024) malam sekitar pukul 02.30 WIB.

Pengamatan Kompas.com di lokasi, kobaran api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga di RW 06, Kampung Bali Matraman, Manggarai.

"Tiba-tiba sudah gede aja (apinya), enggak tahu karena apa," kata Novi (19) warga RW 06 saat diwawancara Kompas.com di lokasi, Selasa.

Ratusan rumah terbakar

Lurah Manggarai, Arafat mengatakan, kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk itu menghanguskan ratusan rumah.

"(Jumlah rumah yang terbakar) sudah pasti di atas seratus rumah karena dua RW yang terdampak," kata Arafat dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa.

Arafat mengatakan, total ratusan rumah yang terbakar tersebar di puluhan RT dari dua RW yang berbeda.

"Data yang dihimpun sementara ini dari dua RW, RW 6 itu ada 15-an RT yang terdampak sedangkan RW 16 itu ada enam RT," jelasnya.

Pemilik rumah yang jadi sumber api kabur

Iskandar (60), salah satu korban kebakaran di Manggarai, menyebut pemilik rumah yang menjadi tempat pertama munculnya api tak memberi tahu warga bahwa rumahnya kebakaran dan memilih kabur.

Iskandar menjelaskan, api pertama kali muncul dari sebelah gang rumahnya. Dia dan beberapa warga lain sempat berusaha memadamkan api, tetapi api sudah terlanjur membesar.

"Dari rumah warga, jadi api, memang orang itu informasinya udah sering lalai. Selalu dibantu sama masyarakat, cuma mungkin hari ini bingung, apa dia malu apa bagaimana, begitu kebakaran informasinya langsung ditinggal," kata Iskandar saat ditemui di rumahnya yang telah terbakar, Selasa.

Iskandar menduga, pemilik rumah yang jadi sumber api pertama kali merasa malu untuk meminta tolong karena sudah beberapa kali kebakaran pernah hampir terjadi karena kelalaian si pemilik rumah.

"Akhirnya karena sering begitu, mungkin dia malu, informasinya begitu kebakaran ditinggal. Makanya masyarakat bantu, itu asap sudah banyak, tetapi api sudah di atas genteng," imbuh dia.

Iskandar menyampaikan, pemilik rumah itu kemudian lari meninggalkan lokasi kejadian dan belum juga kembali.

Hal serupa juga disebut oleh Andri (47), salah seorang warga RT 04/06. Saat itu Andri sedang mengurus perayaan 17 Agustus ketika melihat asap di kampung tersebut.

"Itu jam 02.00 WIB, saya lihat ada asap. Pas saya lihat asap, ada bunyi sibuk dari dalam rumah. Mereka nyiram sendiri di dalam rumah, enggak minta pertolongan," ujar Andri ketika ditemui di Kampung Bali Matraman, Selasa.

Setelahnya, ia berusaha menolong rumah tersebut menggunakan APAR yang ada di rumah RT.

Tidak lama setelah itu, api mulai merambat ke belakang gedung rumah tersebut. Sebagian besar rumah di RW 06 dan 12 akhirnya ludes terbakar.

Api sulit dipadamkan karena keterbatasan air

Salah seorang warga bernama Aji (63) mengatakan, api yang membakar puluhan rumah sulit dipadamkan karena air yang terbatas.

"Kendalanya air, membuat api belum padam," kata Aji saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa.

Saat awal kebakaran, kata Aji, mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kejadian berukuran kecil.

Pasalnya, titik api berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk sehingga tidak bisa dilalui mobil berukuran besar.

Setelah api semakin membesar, akhirnya pemadam kebakaran kembali mengerahkan mobil berukuran besar.

Aji mengungkapkan, air dari mobil pemadam kebakaran sempat habis ketika memadamkan api.

Oleh sebab itu, warga kompak ikut membantu petugas memadamkan api dengan menggunakan ember berisikan air.

"Apinya gede banget enggak ketolongan," ujar dia.

Namun, karena aliran listrik dipadamkan, warga kesulitan mendapatkan air.

Pantauan Kompas.com, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.47 WIB.

Tujuh orang terluka, ribuan warga mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat tujuh orang terluka akibat peristiwa kebakaran yang terjadi di Manggarai.

"Dalam kejadian ada tujuh orang terluka dan sudah ditangani petugas kesehatan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya, Selasa.

Berdasarkan data sementara, terdapat 3.019 jiwa dari 1.050 keluarga terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggalnya.

"(Terdapat) 3.018 jiwa mengungsi di pergudangan Infinia, Jalan Minangkabau, Masjid Al Falah di RW 07, dan SDN 05 Manggarai di RW 09," tutur Isnawa.

#kebakaran-di-manggarai #kebakaran-rumah-di-manggarai #kebakaran-manggarai

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/14/07473281/fakta-kebakaran-di-manggarai-ratusan-rumah-di-2-rw-terbakar-pemilik-rumah