Cisco PHK 5.000 Karyawan, Ingin Fokus ke AI dan Keamanan Siber

Cisco PHK 5.000 Karyawan, Ingin Fokus ke AI dan Keamanan Siber

Cisco memangkas 7 persen atau sekitar 5.000 karyawannya secara global. Ini adalah kedua kalinya Cisco melakukan PHK tahun ini. Halaman all

(Kompas.com) 16/08/24 10:01 14478369

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi informasi dan jaringan komputer Cisco melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lagi tahun ini.

Dalam paparan laporan keuangan pada Rabu (14/8/2024) waktu Amerika Serikat, Cisco mengumumkan pihaknya memangkas 7 persen karyawan secara global.

Cisco tak merinci jumlah karyawan yang terdampak secara spesifik. Menurut laporan CRN, angka 7 persen itu diestimasikan sekitar 5.000 karyawan.

Mereka yang terdampak PHK akan mendapatkan pesangon, tunjangan PHK satu kali, serta insentif lainnya.

PHK ini adalah yang kedua kalinya bagi Cisco di tahun 2024. Pasalnya, perusahaan mengumumkan PHK pertama pada Februari 2024 lalu, berdampak pada sekitar 5 persen atau sekitar 4.000 karyawan global saat itu, sebagaimana dilaporkan Yahoo Finance.

Setelah dua kali putaran PHK, karyawan Cisco saat ini dilaporkan tersisa sekitar 75.000 orang.

Menurut perusahaan yang berbasis di San Jose, California, AS ini, PHK kali ini akan membuat Cisco bisa fokus ke bidang yang sedang tumbuh pesat, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan keamanan siber.

Untuk mendukung upaya perusahaan dalam mengembangkan AI, Cisco juga mengakuisisi perusahaan keamanan siber Splunk seharga 28 miliar dollar AS (sekitar Rp 441 triliun) pada tahun lalu.

Cisco juga menanamkan modal ke sejumlah startup AI seperti Cohere, Mistral AI dan Scale AI.

Adapun kinerja Cisco belakangan masih lesu. Pendapatan Cisco pada kuartal IV tahun fiskal 2024 yang berakhir 27 Juli, tercatat sebesar 13,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 214 triliun).

Jumlah tersebut turun 10 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu, dihimpun KompasTekno dari CRN, Jumat (16/8/2024).

Gelombang PHK masih berlanjut

Gelombang PHK yang dilakukan perusahaan teknologi tampaknya terus berlanjut. Di bulan Agustus ini saja, setidaknya tiga perusahaan besar mengumumkan pemangkasan karyawan.

Sebelum Cisco, Intel juga memutuskan PHK 15 persen karyawan atau setara sekitar 15.000 pekerja pada awal Agustus ini.

Keputusan bisnis itu diumumkan CEO Intel, Pat Gelsinger, lewat memo untuk karyawan pada Kamis (1/8/2024) waktu Amerika Serikat.

"Ini adalah berita menyakitkan untuk saya bagikan, tetapi akan lebih menyakitkan lagi bagi Anda. Ini adalah hari yang sulit bagi Intel karena kami membuat beberapa perubahan paling penting dalam sejarah perusahaan kami," kata Gelsinger dalam memo ke karyawan, sebagaimana dikutip KompasTekno dari halaman resmi Intel, Jumat (2/8/2024).

PHK Intel itu akan dilakukan pada akhir tahun ini. Per 29 Juni lalu, Intel mengatakan bahwa jumlah karyawannya adalah 125.300 orang. Artinya, jumlah karyawan yang terdampak bisa sampai 18.795 orang, meski pernyataan resmi Intel hanya menyebut 15.000 lebih.

Dalam memo tersebut, Gelsinger juga memaparkan bahwa pendapatan Intel belum tumbuh seperti yang diharapkan. Tren AI yang diikuti Intel pun belum begitu mendongkrak pertumbuhan Intel dengan signifikan. Walhasil, Intel perlu melakukan efisiensi.

Selain Cisco dan Intel, Dell juga melakukan pemangkasan terhadap 12.000 karyawan. Menurut laporan The Register, Dell sedang melakukan reorganisasi di tim dan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjadi perusahaan yang lebih ramping.

"Kami menggabungkan tim dan memprioritaskan di mana kami akan berinvestasi," tulis Dell dikutip KompasTekno dari The Register, Jumat (9/8/2024).

"Kami terus mengembangkan bisnis kami, sehingga kami siap untuk memberikan inovasi, nilai, dan layanan terbaik kepada pelanggan dan mitra kami," imbuhnya.

#cisco #ai #phk

https://tekno.kompas.com/read/2024/08/16/10010017/cisco-phk-5.000-karyawan-ingin-fokus-ke-ai-dan-keamanan-siber