Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 1,3 Triliun pada Kuartal II 2024
Ciri Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada kuartal II 2024. Halaman all
(Kompas.com) 16/08/24 18:13 14492147
JAKARTA, KOMPAS.com -Citi Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada kuartal II 2024. Angka ini meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih utamanya ditopang efisiensi biaya operasional yang menghasilkan perbaikan Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 39,5 persen dari 59,5 persen di tahun sebelumnya.
Peningkatan laba bersih memberikan kontribusi pada peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 2,9 persen pada 2023 dan peningkatan Return on Equity (ROE) menjadi 13,8 persen dari 13,6 persen. Rasio Liquidity Coverage (LCR) dan Rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia mencapai 291 persen dan 164 persen, di atas ketentuan minimum.
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI CEO Citi Indonesia Batara Sianturi usai konferensi pers, Rabu (22/5/2024)Sementara itu, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal (KPMM) sebesar 36,2 persen, meningkat dari 28,7 persen di tahun sebelumnya.
"Kami berhasil membukukan pendapatan yang kuat dan pencapaian yang solid pada kuartal kedua tahun ini, sebagai bukti ketahanan dan dedikasi tim kami di tengah tantangan perekonomian domestik dan global," ujar CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam siaran pers, Jumat (16/8/2024).
Batara menjelaskan, perseroan telah membuat kemajuan yang signifikan melalui bisnis yang saling terhubung di Indonesia. Di lini bisnis Corporate and Investment Banking, Citi terus menyediakan layanan dan solusi kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik.
Pada kuartal II 2024, Citi Indonesia bertindak sebagai Bank Koordinator Tunggal dan telah menyelesaikan kesepakatan fasilitas kredit sindikasi bergulir (syndicated revolving credit facilities) senilai total 200 juta dollar AS dan Rp 7,5 triliun untuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Global Network Banking Citi juga terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang baik di tengah kondisi eksternal yang menantang. Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk kinerja dari koridor Asia-ke-Asia yang melayani klien Asia perseroan yang berinvestasi di Indonesia.
SHUTTERSTOCK/CREATIVE LAB Jumlah kantor bank di Indonesia kian menyusut pada awal tahun 2024.Lini bisnis Commercial Bank juga membukukan pendapatan yang baik pada semester I 2024, yang berasal dari klien-klien multinasional dan solusi manajemen kas.
"Pertumbuhan ini menjadi bukti kerangka bisnis yang kuat yang dibangun selama bertahun-tahun," tutur Batara.
Bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS) juga mencatat pertumbuhan positif pada semester I 2024. Volume transaksi mata uang lokal maupun asing tumbuh seiring peningkatan pembayaran instan domestik dan lintas negara yang tumbuh masing-masing 23 dan 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bisnis Securities Services Citi Indonesia juga berkontribusi aktif terhadap pengembangan Pasar Modal Indonesia, terlihat pada peran perusahaan dalam peluncuran Layanan Administrasi KYC dan Sub Rekening Efek sebagai Rekening Kas Alternatif oleh regulator.
Citi juga ditunjuk menjadi Bank Kustodian Percontohan untuk inisiatif Cash Management System (CMS) Indonesia, bersama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Citi terlibat dalam beberapa transaksi penting pada kuartal II 2024. Citi bertindak sebagai Joint Bookrunner dalam penerbitan 144A/RegS US$2 miliar Sukuk Global untuk Republik Indonesia dengan 3 tenor (5, 10 dan 30 tahun (Green Sukuk Tranche)).
Dana yang dihimpun dari penerbitan Sukuk ini akan mendukung pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan umum.