HMSP Gandeng Toko Grosir untuk Pasok Produk ke Toko SRC
Mitra SRC adalah pedagang grosir yang berperan untuk memasok produk ke toko SRC dan toko-toko kelontong lainnya. Halaman all
(Kompas.com) 16/08/24 23:17 14503320
JAKARTA, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melalui Sampoerna Retail Community (SRC) tak hanya memberdayakan toko kelontong. Perseroan juga menggandeng toko-toko grosir melalui program Mitra SRC.
Mitra SRC adalah pedagang grosir yang berperan untuk memasok produk ke toko SRC dan toko-toko kelontong lainnya.
Mitra SRC mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dan dukungan digitalisasi dari Sampoerna sebagai bagian dari program pemberdayaan SRC yang ditujukan bagi toko kelontong maupun grosir.
SHUTTERSTOCK/ARIES HENDRICK APRIYANTO Ilustrasi toko Sampoerna Retail Community (SRC).Kini, terdapat 6.300 Mitra SRC yang aktif berkolaborasi dengan lebih dari 250.000 toko kelontong anggota SRC di seluruh Indonesia.
Salah satu toko yang merupakan Mitra SRC adalah Toko Kiem Tek di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Toko grosir ini sudah berdiri selama puluhan tahun.
Sekarang, roda bisnis toko ini diteruskan oleh cucu dari sang pendiri. Indra ialah generasi ketiga Toko Kiem Tek, yang kini menjalankan operasional toko itu sehari-hari.
Ia menceritakan, sang kakek membuka Toko Kiem Tek di Pasar Cibinong. Kemudian, diteruskan ayahnya, dan kini estafet berlanjut ke Indra.
“Toko ini dimulai oleh kakek saya di Pasar Cibinong. Sudah bertahun-tahun lalu diturunkan ke ayah saya. Dan saya merupakan generasi ketiga yang berusaha melanjutkan usaha ini,” kata Indra dalam keterangan tertulis HMSP, Jumat (16/8/2024).
Upaya untuk menjaga kelangsungan usaha ini salah satunya Indra lakukan dengan membawa Toko Kiem Tek menyambut digitalisasi. Indra mengatakan, saat tim Sampoerna memperkenalkan Mitra SRC pada tahun 2015, Toko Kiem Tek tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Ketertarikan Indra untuk bergabung dengan Mitra SRC salah satunya didasari oleh fokus Sampoerna mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke arah pemanfaatan digitalisasi. Hal ini rupanya juga sejalan dengan visi dari Indra dan sang ayah sejak sembilan tahun yang lalu.
“Pada saat itu, dunia online masih minim. Tapi menurut kami, dunia online itu harus dikembangkan dan merupakan peluang yang bagus,” ujar Indra.
Menurutnya, para pelaku bisnis memang harus dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Toko Kiem Tek terbukti mampu melakukannya. Indra menyebut ini tidak terlepas dari keputusan untuk mengambil kesempatan menjadi Mitra SRC.
“Kita mendapatkan berbagai pelatihan dan pembinaan, termasuk bagaimana mengoptimalkan penggunaan aplikasi AYO by SRC dalam menjalankan usaha. Kami juga dibina agar bisa mempromosikan produk-produk di toko kami untuk selanjutnya dijual ke toko-toko kelontong,” tutur Indra.
Berbagai perubahan pun dirasakan Indra. Salah satunya karena jaringan Mitra SRC dan toko kelontong anggota SRC yang luas. Tak hanya pasar yang semakin luas, sistem operasional pencatatan dan pembayaran Toko Kiem Tek pun sudah dilakukan secara digital.
Kini Indra pun merasakan kemajuan berkat adaptasi digital yang. Selain pendapatan yang meningkat, Indra kini mempekerjakan karyawan dengan jumlah yang lebih banyak.
Sebelum bergabung sebagai Mitra SRC, ia memiliki 7 karyawan. Kini, jumlah karyawan Toko Kiem Tek berjumlah 15 orang, yang kebanyakan merupakan warga sekitar.
"Berkat adanya Mitra SRC ini, kami bisa mengembangkan ekonomi di sekitar kami dengan menyerap tenaga kerja yang ada di dekat toko,” ujarnya.
Untuk saat ini, ia berkomitmen untuk terus mengikuti berbagai inisiatif pengembangan usaha yang diberikan oleh Sampoerna lewat program Mitra SRC.