Warren Buffett Punya Rencana untuk Kepemilikannya di Apple

Warren Buffett Punya Rencana untuk Kepemilikannya di Apple

Belum diketahui ada unsur kebetulan atau tidak, yang jelas Warren Buffett sedang punya rencana untuk sahamnya di Apple. - Halaman all

(InvestorID) 17/08/24 23:39 14513664

NEW YORK, investor.id – Belum diketahui ada unsur kebetulan atau tidak, yang jelas Warren Buffett sedang punya rencana untuk kepemilikannya di raksasa teknologi (big tech) Apple.

Investor legendaris itu sekarang memiliki jumlah saham Apple yang sama persis dengan Coca-Cola, setelah memangkas kepemilikan saham teknologi tersebut hingga setengahnya.

Banyak pengikut Warren Buffett membuat pengamatan yang aneh setelah pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) yang diatur pada Rabu (14/8/2024), mengungkapkan kepemilikan ekuitas Berkshire Hathaway pada akhir kuartal II-2024.

Itu menunjukkan jumlah saham yang identik yaitu 400 juta di Apple dan Coca-Cola, perusahaan yang paling lama diinvestasikan Warren Buffett.

Hal itu mendorong beberapa orang untuk percaya "Oracle of Omaha" itu sudah selesai menjual sahamnya di pembuat iPhone tersebut.

"Jika Buffett menyukai angka bulat, dia mungkin tidak berencana untuk menjual saham Apple tambahan apa pun," ucap profesor keuangan di Sekolah Bisnis Robert H. Smith, Universitas Maryland David Kass, seperti dikutip CNBC internasional pada Sabtu (17/8/2024).

“Sama seperti Coca-Cola yang merupakan kepemilikan ‘permanen’ bagi Buffett, begitu pula Apple,” kata dia.

Investor legendaris berusia 93 tahun itu pertama kali membeli 14.172.500 lembar saham Coca-Cola pada 1988. Dalam beberapa tahun setelahnya, Warren Buffett meningkatkan kepemilikannya menjadi 100 juta lembar saham pada 1994.

Jadi, investor tersebut telah mempertahankan kepemilikan saham Coca-Cola-nya pada jumlah saham yang sama selama 30 tahun.

Karena dua kali pemecahan saham (stock split) dengan rasio 2:1 pada 2006 dan 2012, kepemilikan Coca-Cola milik Berkshire menjadi 400 juta lembar saham.

Warren Buffett mengatakan dirinya menemukan minuman ringan ikonik itu saat ia baru berusia enam tahun. Pada 1936, Buffett mulai membeli enam Coca-Cola sekaligus seharga 25 sen per botol dari toko kelontong keluarganya, untuk dijual di sekitar lingkungan itu dengan harga lima sen lebih mahal.

Buffett mengatakan saat itulah ia menyadari “daya tarik konsumen yang luar biasa dan kemungkinan komersial dari produk itu”

Pemangkasan Saham di Apple 

Berinvestasi pada perusahaan teknologi papan atas seperti Apple tampaknya bertentangan dengan prinsip investasi nilai yang telah lama dianut Warren Buffett. Tetapi, investor terkenal itu telah memperlakukannya sebagai perusahaan produk konsumen seperti Coca-Cola, bukan sebagai investasi teknologi.

Buffett telah memuji basis pelanggan setia iPhone, dengan mengatakan orang-orang akan melepaskan mobil mereka sebelum mereka melepaskan ponsel pintar mereka. Ia bahkan menyebut Apple sebagai bisnis terpenting kedua setelah kelompok perusahaan asuransi Berkshire.

Jadi, sangat mengejutkan bagi sebagian orang ketika terungkap Berkshire melepas lebih dari 49% sahamnya di pembuat iPhone tersebut pada kuartal II-2024.

Banyak yang menduga itu adalah bagian dari manajemen portofolio atau pandangan pasar yang lebih besar secara keseluruhan, bukan valuasi terhadap prospek masa depan Apple. Penjualan tersebut menurunkan bobot Apple dalam portofolio Berkshire menjadi sekitar 30% dari hampir 50% pada akhir tahun lalu.

Maka dengan angka bulat ini, tampaknya Apple berada di posisi yang disukai Warren Buffett untuk ekuitasnya yang paling berharga dan paling lama dipegangnya.

Namun, beberapa pihak mengatakan hal itu mungkin hanya kebetulan belaka. "Saya tidak berpikir Buffett berpikir seperti itu," ujar Bill Stone, kepala investasi di Glenview Trust Co. dan pemegang saham Berkshire.

Namun pada rapat tahunan Berkshire Mei 2024, Warren Buffett membandingkan keduanya dan menyebutkan periode kepemilikan keduanya tidak terbatas. Kami memiliki Coca-Cola, yang merupakan bisnis yang luar biasa," ungkap Buffett.

"Dan kami memiliki Apple, yang merupakan bisnis yang bahkan lebih baik, dan kami akan memilikinya, kecuali jika terjadi sesuatu yang benar-benar luar biasa, kami akan memiliki Apple, American Express, dan Coca-Cola," pungkas Warren Buffett

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #warren-buffett #apple #berkshire-hathaway #iphone #coca-cola #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/370542/warren-buffett-punya-rencana-untuk-kepemilikannya-di-apple