Asing Bakal Serbu SUN, Ada Apa?

Asing Bakal Serbu SUN, Ada Apa?

Sinyal pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin kuat diproyeksikan akan jadi katalis positif bagi asing untuk meningkatkan investasi SUN - Halaman all

(InvestorID) 19/08/24 04:00 14518740

JAKARTA, investor.id - Sinyal pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin kuat diproyeksikan akan menjadi katalis positif bagi asing untuk meningkatkan investasi mereka ke Surat Utang Negara (SUN).

Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin menilai, investor asing berpotensi meningkatkan arus masuk modal (inflow) ke pasar obligasi sejalan dengan kondisi makroekonomi yang mendukung."Potensi inflow asing cukup besar, terutama didorong oleh pemangkasan suku bunga dan imbal hasil (yield) SUN yang masih menarik, serta peringkat sovereign Indonesia yang stabil," jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (18/8/2024).

Selain itu, lanjutnya, investor juga tertarik dengan pilihan investasi asing yang kini semakin beragam dengan kehadiran Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menawarkan yield lebih tinggi daripada SUN. “Dengan yield yang lebih menarik, SRBI dapat menjadi pilihan bagi investor asing yang mencari peluang keuntungan lebih besar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan, mengenai prospek harga SUN di pekan depan bakal bergerak sideways dengan pergerakan terbatas. Itu karena harga sudah terdiskon cukup besar selama Agustus ini, sehingga ruang penurunan lebih lanjut menjadi terbatas. “Namun, yield masih berpotensi turun karena ekspektasi pemangkasan suku bunga dan arus modal asing yang kuat," ujarnya.

Sejak Juli, yield obligasi pemerintah telah mengalami penurunan dari sekitar 7% menjadi 6,721%. Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed yang melemahkan dolar AS dan meningkatkan daya tarik aset emerging market seperti Indonesia.

Dengan demikian, Ahmad memprediksi yield SUN akan bergerak di kisaran 6,5% hingga 7,0%, dengan kecenderungan stabil di sekitar penutupan pekan sebelumnya (6,721%).

Lelang SUN

Sementara itu, pada Selasa (20/8/2024), pemerintah akan melakukan lelang (SUN) dengan target indikatif Rp 22 triliun dan maksimal Rp 33 triliun. Ahmad memperkirakan minat investor domestik pada lelang ini akan tetap tinggi, melanjutkan tren antusiasme pada lelang sebelumnya.

"Investor domestik terus memburu surat utang pemerintah sebelum suku bunga turun lebih jauh. Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang semakin meningkat, ini adalah momen tepat untuk mengoleksi surat utang pemerintah," ujar Ahmad.

Dengan memperkirakan total penawaran yang masuk antara Rp 38 triliun - 55 triliun, Ahmad optimistis pemerintah akan berhasil menyerap sekitar Rp 38 triliun. "Penurunan yield saat ini memberikan peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari lelang ini," jelasnya.

Ahmad memperkirakan obligasi dengan tenor panjang, seperti FR0098 dan FR0097, akan menjadi favorit pada lelang pekan depan. "Kupon yang ditawarkan oleh obligasi tenor panjang lebih menarik, terutama di tengah ekspektasi awal siklus suku bunga rendah. Investor juga mencari potensi capital gain yang lebih besar ketika suku bunga dipangkas," ungkap Ahmad.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sun #surat-utang-negara #yield-sun #lelang-sun #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/370578/asing-bakal-serbu-sun-ada-apa