Indonesia Bisa Alami Gempa Megathrust, Amankah Tol dan Gedung Buatan PUPR?
Menteri Basuki bilang pemerintah tidak memiliki anggaran khusus untuk mengantisipasi gempa Megathrust. Halaman all
(Kompas.com) 22/08/24 08:00 14526414
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, semua bangunan tol dan gedung yang dikerjakan kementeriannya telah lolos uji tahan gempa.
Hal itu dia ungkapkan untuk merespons adanya potensi terjadinya gempa megatrust di Indonesia.
“Kalau Megathrust itu kita kan, bangunan-bangunan yang sudah dibangun apalagi tol, bangunan tinggi di Jakarta itu pasti sudah dengan hitungan tahan gempa 1.000 tahunan sekarang yang SNI yang baru," ujarnya usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Walau demikian Menteri Basuki tak bisa menjamin bangunan dan tol di Indonesia bisa tetap kokoh dari guncangan gempa Megathrust. Dia bilang semua hanya bergantung pada kekuatan gempa itu sendiri.
“Yah memang semua dibangun dengan (SNI) itu, tapi itu tergantung nanti kita enggak tahu berapa kekuatannya,” ungkap Basuki.
Pemerintah sendiri, kata dia, tidak memiliki anggaran khusus untuk mengantisipasi gempa Megathrust. Sebab salah satu bentuk antisipasi dari adanya potensi gempa terletak ketika bangunan dibangun sedari awal.
“Antisipasinya emangnya apa? Yah antisipasinya saat Megathrust mendesain bangunnya dengan SNI, ada rethem periode. Tergantung nanti kekuatannya Megathrust berapa,” katanya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait potensi Indonesia mengalami gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8,9 di wilayah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa Megathrust bisa terjadi setelah melihat seismic gap di zona Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Ia memperkirakan, Megathrust Selat Sunda dapat memicu gempa dengan kekuatan maksimal M 8,7 dan Megathrust Mentawai-Siberut M 8,9.
"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata \'tinggal menunggu waktu\' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," ungkap Daryono, dikutip dari Kompas.com, Senin (12/8/2024).
#jakarta #basuki-hadimuljono #basuki-hadimoeljono #megathrust