BNI Raup Laba Bersih Rp 10,7 Triliun pada Semester I 2024
Laba bersih BNI pada semester I 2024 tumbuh 3,8 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Halaman all
(Kompas.com) 22/08/24 19:33 14526436
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI meraup laba bersih secara konsolidasi senilai Rp 10,7 triliun hingga Juni 2024.
Laba bersih BNI pada semester I 2024 tumbuh 3,8 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menjelaskan, perolehan laba tersebut didukung kinerja kredit yang mengalami akselerasi pada kuartal II-2024.
DOKUMENTASI BNI Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat Paparan Kinerja BNI Kuartal I-2024 di Jakarta, Senin (29/4/2024).BNI mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp 727 triliun pada semester I-2024. Angka tersebut tumbuh 11,7 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sedikit catatan, pertumbuhan kredit pada kuartal II-2024 lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2024 sebesar 9,6 persen.
"Pertumbuhan kredit ini dihasilkan dari ekspansi yang prudent di segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, kredit consumer, dan perusahaan anak," kata dia dalam konferensi pers paparan kinerja BNI kuartal II-2024, Kamis (22/8/2024).
Ia memerinci, penyaluran kredit atau loan disbursement BNI (bank only) selama semester I-2024 mencapai Rp 171 triliun.
Jumlah itu meningkat 48 persen secara tahunan dibandingkan semester I-2023. Royke menjelaskan, kredit tersebut disalurkan terutama pada korporasi blue chip baik swasta dan BUMN.
Tiga sektor ekonomi dengan penyaluran kredit terbesar adalah perdagangan, energi, dan manufaktur. Namun, secara umum BNI masih melihat loan demand yang cukup baik di seluruh sektor ekonomi.
“Ekspansi kredit kami fokuskan pada debitur top tier di masing-masing industri dan regional yang diikuti optimalisasi bisnis dari ekosistem debitur, sehingga mendorong pertumbuhan kredit di segmen lainnya, seperti konsumer yang tumbuh hingga 15,1 persen secara tahunan,” imbuh Royke.
SHUTTERSTOCK/WIBISONO.ARI Ilustrasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menjabarkan, kredit segmen korporasi tumbuh 18,7 persen secara tahunan menjadi Rp 403,1 triliun. Pertumbuhan itu berasal dari korporasi blue chip baik swasta maupun BUMN.
Sementara itu, segmen konsumer tumbuh 15,1 persen secara tahunan menjadi Rp 132,7 triliun, yang dikontribusikan terutama dari pertumbuhan personal loan dan kredit pemilikan rumah (KPR).
Seiring dengan itu, Novita membeberkan, total dana pihak ketiga (DPK) BNI di semester I-2024 tercatat tumbuh 1 persen secara tahunan menjadi Rp 772,32 triliun.
Jumlah itu didukung oleh pertumbuhan dana murah alias current account saving account (CASA). Jumlah tabungan mencatat pertumbuhan 4,3 persen secara tahunan dan giro 1,1 persen secara tahunan.
Secara total CASA BNI berada pada kisaran Rp 545,7 triliun, atau tumbuh 2,5 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 532,3 triliun.
Sementara deposito terkoreksi 2,6 persen secara tahunan. Hal ini mendorong rasio CASA terhadap DPK naik menjadi 70,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya sebesar 69,6 persen.
Adapun, aset BNI sampai semester I-2024 tercatat senilai Rp 1.072,45 triliun, atau tumbuh 4,62 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1.025,09 triliun.
Sementara itu, kualitas aset terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR). Rasio NPL per Juni 2024 tercatat berada di level 2 persen, atau membaik jika dibandingkan Juni tahun lalu yang sebesar 2,5 persen.
#kpr #penyaluran-kredit #bni #laba-bersih-bni #rasio-kredit-bermasalah