Target Swasembada Gula Konsumsi pada 2028 Butuh Penguatan Tebu Rakyat

Target Swasembada Gula Konsumsi pada 2028 Butuh Penguatan Tebu Rakyat

Dalam rangka mewujudkan swasembada gula nasional, Presiden menetapkan  Perpres No. 40 tahun 2023 guna menjamin ketahanan pangan nasional, menjamin  ketersediaan bahan baku dan bahan penolong

(InvestorID) 22/08/24 23:35 14536551

SURABAYA, investor.id Dalam rangka mewujudkan swasembada gula nasional, Presiden menetapkan  Perpres No. 40 tahun 2023 guna menjamin ketahanan pangan nasional, menjamin  ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri, serta mendorong perbaikan  kesejahteraan petani tebu. Swasembada gula nasional ditargetkan tercapai pada tahun 2028 dan swasembada  gula untuk kebutuhan industri ditargetkan terwujud pada tahun 2030. Dalam  mewujudkan percepatan swasembada gula nasional dan penyediaan bioethanol  sebagai bahan bakar nabati (biofuel), disusun peta jalan (road map) yang meliputi: peningkatan produktivitas tebu sebesar 93 ton per ha melalui perbaikan praktik  agrikultur berupa pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan tebang muat  angkut.

Selanjutnya penambahan areal lahan baru perkebunan tebu seluas 700.000 ha yang  bersumber dari lahan perkebunan, lahan tebu rakyat, dan lahan kawasan hutan; (serta peningkatan efisiensi, utilisasi, dan kapasitas pabrik gula untuk mencapai rendemen  sebesar 11,2 persen; peningkatan kesejahteraan petani tebu; dan peningkatan produksi bioethanol yang berasal dari tanaman tebu paling sedikit sebesar 1.200.000  KL.

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero)  menggelar peluncuran Program Penguatan Tebu Rakyat melalui PT Sinergi Gula  Nusantara (SGN) untuk mendukung target swasembada gula konsumsi pada tahun  2028. Acara ini berlangsung di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya, pada Rabu  (21/08/2024).

Selain peluncuran Program Penguatan Tebu Rakyat, SGN juga memperkenalkan  program-program unggulan seperti Penyaluran KUR Khusus, Ekosistem Digitalisasi  Tebu Rakyat, dan pengukuhan 2.150 karyawan SGN sebagai Satgas yang bertugas  mengawal program tersebut. 

Dalam sambutannya, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III  (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa transformasi industri gula  PTPN merupakan keharusan karena dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat  luas. "Kami sadar betul bahwa di balik kesuksesan kami, ada kontribusi besar dari  petani, mengingat lebih dari 260 ribu hektare dari total 500 ribu ha luas lahan nasional  merupakan tebu rakyat," katanya. 

Ghani juga bersyukur karena transformasi dan restrukturasi yang dilakukan PTPN  telah membuahkan hasil positif, baik dari sisi kinerja keuangan maupun operasional  perusahaan. "SGN berhasil mencatatkan laba setelah mengalami tantangan  keuangan yang berat, dengan laba tahun lalu sebesar Rp52 miliar yang meningkat  sepuluh kali lipat menjadi Rp500 miliar tahun ini," tambahnya. 

Abdul Ghani menekankan bahwa PTPN Group terus berkomitmen untuk mewujudkan  swasembada gula nasional dengan memanfaatkan program-program yang sudah ada  tanpa bergantung terlalu banyak pada dana APBN. “Salah satu kesulitan yang paling  besar itu adalah ketika KUR yang dibatasi oleh plafon. Namun saya harus berterima  kasih kepada semua pihak karena tantangan tersebut saat ini sudah terselesaikan,”  ungkapnya. 

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan  petani merupakan kunci utama dalam mencapai swasembada gula. Untuk itu,  pihaknya telah mengembangkan program internal yang mencakup pemantapan operasional 36 pabrik gula di seluruh Indonesia serta penguatan ekosistem tebu  rakyat. "Meskipun tantangannya besar, kami yakin dapat mencapai tujuan ini dengan  dukungan semua pihak," katanya. 

Dukungan Stakeholder dalam hal ini Kementerian BUMN juga disampaikan dalam  kegiatan tersebut, sebagaimana pernyataan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin  Indrajad Hattari, yang menganggap keberadaan tebu rakyat sangat strategis dalam  mendukung industri gula yang dikelola oleh PTPN.  

"Lebih dari 66 persen pasokan tebu nasional berasal dari tebu rakyat, yang setara  dengan 119 ribu hektare lahan. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari PTPN  terhadap petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat,"  ujarnya. 

Rabin menilai, berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan  tebu rakyat sudah dilakukan dengan baik oleh PTPN, seperti melalui program utilisasi,  penguatan kelembagaan, pendanaan, dan penyuluhan kepada petani. “Kementerian  BUMN juga telah menginisiasi hadirnya Program Makmur sebagai upaya peningkatan  produktivitas dan kapabilitas petani tebu yang dapat diaplikasikan dalam program  penguatan tebu rakyat bersifat inklusif,” tambahnya.  

Pentingnya inklusivitas sektor pangan, termasuk gula, juga disoroti oleh Deputi Bidang  Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), Yulius. "UMKM,  termasuk petani gula, memainkan peran penting dalam ekonomi nasional," katanya. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang  Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa program penguatan tebu rakyat  bukan hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan budaya.  "Kami siap bersinergi untuk sukses bersama dalam implementasi program ini,"  ujarnya. 

Sementara itu, Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kemenko Bidang  Perekonomian, Moch Edy Yusuf, mengajak semua pihak dalam ekosistem tebu rakyat  untuk menjalankan masing-masing peran dengan baik. "Sinergi, kolaborasi, dan  komitmen antar pemangku kepentingan sangat penting untuk keberhasilan program  ini," katanya. 

Merujuk pada salah satu road mapt, beberapa upaya yang dapat dilakukan  adalah melalui program penguatan tebu rakyat (TR) yaitu melalui intensifikasi  percepatan bongkar ratoon, peningkatan rendemen melalui penataan varietas, dan  peningkatan capaian produksi. Peningkatan produktivitas tebu sebesar 93 ton per  hektar, dapat dicapai dengan digitalisasi ekosistem tebu rakyat. Ekosistem Digital  Tebu Rakyat (TERA) bertujuan untuk meningkatkan produksi Tebu Rakyat melalui  penyediaan berbagai fitur unggulan yang memudahkan petani rakyat bertransaksi.  

SGN bersama LPP Agro Nusantara membangun aplikasi bersama yang mencakup  sinergitas antara Petani, SGN, serta Perbankan. Aplikasi ini bertujuan untuk  mempermudah petani dalam mengembangkan usahanya. 

Selain itu, SGN juga memfasilitasi pendanaan modal kerja untuk petani dengan  beberapa dukungan fasilitas akses dan support tentang pendanaan khusus petani  tebu antara lain; Untuk petani yang belum bankable Petani TR bisa akses melalui  PUMK (Program Pendaanaan Usaha Mikro Kecil) dengan akses melalui BRI; Untuk  petani yang cukup mapan (sudah bankable) atau kuat secara finansial, Petani TR bisa  akses melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan pendanaan dana bergulir LPDB  (Lembaga Pengelola Dana Bergulir), dan untuk petani dengan plafon maksimal,  Petani TR bisa akses melalui KUR kluster khusus. 

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #swasembada-gula-konsumsi #2028 #abdul-ghani #dirut-holding-ptpn-iii #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/371104/target-swasembada-gula-konsumsi-pada-2028-butuh-penguatan-tebu-rakyat