Hasil Survei: Masyarakat Hadapi Tekanan Finansial akibat Kenaikan Biaya Kesehatan

Hasil Survei: Masyarakat Hadapi Tekanan Finansial akibat Kenaikan Biaya Kesehatan

Meningkatnya biaya perawatan kesehatan dan biaya hidup jadi kekhawatiran utama bagi masyarakat Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 23/08/24 15:24 14578055

JAKARTA, KOMPAS.com - Manulife Asia Care Survey 2024 mengungkapkan meningkatnya biaya perawatan kesehatan dan biaya hidup jadi kekhawatiran utama bagi masyarakat Indonesia. Hal itu berdampak pada kepercayaan diri masyarakat secara keuangan dalam mencapai tujuan kesejahteraan.

Survei tersebut menunjukkan, tekanan finansial ini mendorong individu untuk mengevaluasi kembali kesiapan mereka dalam menghadapi masa pensiun dan kebutuhan medis yang tidak terduga, yang tercermin dalam tujuan finansial utama mereka.

Presiden Direktur and CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, kurangnya kepercayaan diri ini disebabkan oleh berbagai faktor, dengan yang paling utama adalah prospek kesehatan yang memburuk di usia tua dan meningkatnya biaya perawatan medis.

"Dari seluruh responden, 67 persen menyatakan kenaikan biaya perawatan kesehatan merupakan tantangan utama bagi kesejahteraan finansial mereka secara keseluruhan," kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (23/8/2024).

Ia menambahkan, untuk membantu mempersiapkan masa pensiun dan kebutuhan medis yang tidak terduga, para responden memiliki beberapa tujuan.

Tujuan finansial utama masyarakat adalah memiliki tabungan yang cukup untuk hari tua, kebebasan finansial di masa pensiun, pendapatan pasif di masa pensiun, dan tabungan yang cukup untuk kebutuhan perawatan kesehatan.

Dengan usia harapan hidup di Indonesia yang semakin panjang, kebutuhan akan perencanaan jangka panjang yang lebih matang menjadi lebih penting.

Sedikit catatan, saat ini, usia harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 73 tahun, meningkat dari 64 tahun pada 1990.

Secara keseluruhan, Ryan bilang, empat dari lima atau sekitar 80 persen orang yang disurvei di Indonesia memiliki asuransi. Sementara, 40 persen responden mengaku telah memiliki asuransi kesehatan.

Namun mereka yang masih lajang memiliki lebih sedikit produk tabungan, lebih sedikit asuransi, dan tidak memiliki produk investasi sebanyak masyrakat yang sudah menikah.

Survei ini juga menunjukkan, 92 persen responden memiliki produk perbankan, terutama tabungan dalam mata uang lokal sebanyak 85 persen. Seiring dengan itu, sebanyak 78 persen reponden mengaku memiliki investasi, seperti saham 28 persen, emas 57 persen, reksadana 31 persen, dan obligasi 11 persen.

"Masyarakat di negara-negara di Asia hidup lebih lama dan populasinya semakin menua. Dengan meningkatnya kebutuhan perawatan dan permintaan akan layanan kesehatan, kemungkinan besar harga yang berkaitan dengan medis akan naik lebih cepat daripada inflasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, kekhawatiran para responden bisa dipahami," tutup dia.

Sebagai informasi, Survei Manulife Asia Care 2024 di Indonesia yang baru saja dirilis melibatkan 1.054 responden.

Survei ini merilis MyFuture Readiness Index (Indeks Kesiapan Masa Depan) dari Manulife, yang mengukur persepsi masyarakat terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan finansial mereka saat ini dan di masa depan.

#biaya-kesehatan #anggaran-kesehatan #biaya-kesehatan-di-indonesia

http://money.kompas.com/read/2024/08/23/152414526/hasil-survei-masyarakat-hadapi-tekanan-finansial-akibat-kenaikan-biaya