Saham 3 Emiten Meroket Gara-gara Ini, Investornya Ada yang Cuan Triliunan

Saham 3 Emiten Meroket Gara-gara Ini, Investornya Ada yang Cuan Triliunan

Salah satu emiten tersebut sahamnya meroket 7.000% lebih sepanjang tahun berjalan ini. - Halaman all

(InvestorID) 24/08/24 17:15 14652021

JAKARTA, investor.id - Tiga emiten pergerakan sahamnya sangat fantastis sepanjang tahun berjalan ini alias year to date (ytd). Ketiga emiten sahamnya meroket lantaran diakuisisi alias ganti pengendali.

Mereka adalah PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Green Power Energy Group Tbk (LABA).

Saham berkode KARW sepanjang tahun berjalan ini telah meroket 7.194,12%. Saham FORU melesat 1.337,04%. Dan saham LABA melejit 980%.

Saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) lagi-lagi meningkat 9,73% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 3.720 pada perdagangan 23 Agustus 2024 kemarin. Saham KARW ada di papan pemantauan khusus sehingga diperdagangkan dengan mekanisme full call auction (FCA) dengan batas ARA 10%.

Lesatan saham KARW ini menjadi-jadi setelah diakuisisi investor. PT Saranakelola Investa atau Grup Meratus per 1 Februari 2024 melakukan pengambilalihan atas saham pengendalian KARW dari ICTSI Far East Pte Ltd sejumlah 470.830.500 atau setara dengan 80,19% di harga Rp 66/lembar. Sehingga nilai keseluruhan transaksi Rp 31,07 miliar.

Otomatis Grup Meratus jadi pengendali KARW sehingga nama perseroan berubah menjadi Meratus Jasa Prima dari sebelumnya PT ICTSI Jasa Prima Tbk.

Kini dengan dengan harga saham KARW Rp 3.720/lembar, maka nilai kepemilikan Grup Meratus atas KARW mencapai Rp 1,75 triliun. Angkanya melonjak atau cuan sekitar Rp 1,72 triliun dari harga pembelian di Rp 31,07 miliar. Hal tersebut tercapai hanya dalam kurun waktu 6 bulan lebih.

Sementara itu tertera sebagai salah satu penerima manfaat akhir dari KARW saat ini adalah Charles Menaro. Dihimpun dari berbagai sumber terungkap bahwa Charles Menaro adalah presiden komisaris dari Meratus Group.

Disebutkan pula bahwa Charles Menaro adalah generasi kedua putra Hen Menaro yang melahirkan Meratus Line dan mendidik Charles dengan disiplin tinggi serta kerja keras.

Meratus adalah perusahaan pertama yang mengintegrasikan pelayaran dan logistik di Indonesia. Akuisisi KARW dilakukan guna membangun konektivitas sebagai operator terintegrasi swasta terkemuka di Indonesia yang melayani bisnis pelayaran, logistik, dan pelabuhan.

FORU & LABA

Sementara itu saham Fortune Indonesia (FORU) masih dalam suspensi sejak 16 Juli 2024 lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Posisi saham FORU saat disuspensi ada di Rp 1.940. Melesat dari posisinya di Rp 135 pada awal Januari 2024.

IMR Asia Holding Pte Ltd resmi mengakuisisi 361,5 juta (77,7%) saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Sebelum diakuisisi, FORU dikendalikan konglomerat ternama Peter Sondakh.

Sejumlah 77,7% saham FORU dibeli IMR Asia dari PT Karya Cipta Prima, yang sebelumnya menguasai sebanyak 415,22 juta (89,25%) saham FORU. Akuisisi tersebut telah diselesaikan pada 7 Maret 2024.

Terungkap bahwa harga pembelian 77,7% saham FORU oleh IMR sebesar Rp 125,31/saham atau total Rp 45,29 miliar. Jika berpatokan pada harga FORU kini Rp 1.940, maka IMR nilai kepemilikannya menjadi Rp 701,31 miliar atau cuan sekitar Rp 656 miliar.

Lalu saham Green Power Group (LABA) yang mulai disuspensi sejak perdagangan 23 Agustus 2024 kemarin. Saham Green Power Group (LABA) melesat 25% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 540 pada perdagangan 22 Agustus. Dalam periode year to date (ytd) saham LABA ternyata sudah melesat 980% atau hampir 1.000% dari Rp 50 alias gocap.

Sebagaimana diketahui Green Power Group (LABA) sebelumnya bernama PT Ladangbaja Murni Tbk. Perubahan nama seiring telah resmi masuknya pengendali baru LABA, yakni PT Nev Stored Energy (NSE). Kini LABA masuk bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebelumnya LABA merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).

Nev Stored Energy membeli 560 juta (50,75%) saham LABA di harga Rp 53,125/saham pada 28 Juni 2024. Sehingga nilai keseluruhannya Rp 29,75 miliar. Kini nilai kepemilikan Nev Stored Energy jadi Rp 302,4 miliar atau naik sekitar Rp 272,6 miliar dari harga pembelian.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #meratus-jasa-prima #saham-karw #fortune-indonesia #saham-foru #green-power-group #saham-laba #charles-menaro #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/371243/saham-3-emiten-meroket-garagara-ini-investornya-ada-yang-cuan-triliunan