Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Danone Indonesia Gelar Sekolah Bisnis untuk 26.000 Santri

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Danone Indonesia Gelar Sekolah Bisnis untuk 26.000 Santri

Saat ini pesantren terus berkembang dan terus menambahkan potensi kelembagaan, salah satunya yang berkaitan dengan ekonomi dan kewirausahaan. Halaman all

(Kompas.com) 25/08/24 16:02 14719074

JAKARTA, KOMPAS.com -Danone Indonesia menggandeng Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor dalam meluncurkan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta menjangkau 26.000 santri.

Pesantren telah lama menjadi lembaga pendidikan berbasis agama yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia. Namun, saat ini pesantren terus berkembang dan terus menambahkan potensi kelembagaan, salah satunya yang berkaitan dengan ekonomi dan
kewirausahaan.

SHUTTERSTOCK/IMRANKADIR Ilustrasi ekonomi syariah, keuangan syariah.

Program SBP diselenggarakan untuk membantu pesantren mengembangkan wawasan ekonomi mereka melalui pelatihan dan pemberdayaan yang melibatkan dan terfokus pada pengurus pesantren, para santri, serta masyarakat sekitar pesantren.

Kehadiran Program SBP diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui inisiasi bisnis pesantren, kesejahteraan santri melalui entrepreneurship dan dampak ekonomi hijau bagi masyarakat sekitar.

Program ini rencananya akan dijalankan secara bertahap, dimulai dari asesmen potensi bisnis pesantren, edukasi dan pendampingan untuk berbagai pelatihan bisnis serta dana hibah dan pengembangan produk lokal. Dengan demikian, pesantren dapat mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal, serta menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi pesantren.

Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia menyampaikan, pihaknya berharap Program Sekolah Bisnis Pesantren dapat mendorong inovasi dan semangat berwirausaha di kalangan pesantren, sehingga mereka dapat lebih mandiri, sekaligus mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

"Dukungan ini sejalan dengan komitmen Danone Impact Journey, yang menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu pilar utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan," kata Karyanto dalam siaran pers, Minggu (25/8/2024).

KH Abdul Basyit Mahfuf, Ketua RMI NU Kabupaten Bogor mengatakan, antara fungsi dan tugas kewajiban pondok pesantren dulu dan saat ini sudah mengalami perubahan.

Dahulu, kata Abdul, pesantren turut membentuk kader-kader terbaik dalam bidang agama, bidang keilmuan dan bahkan sains. Namun, belakangan, zaman menuntut kita untuk terus bergerak di bidang ekonomi, maka kontribusi pesantren tidak dapat berpaling dari kegiatan ekonomi.

"Untuk itulah, kami semua berpikir bagaimana bisa turut membantu upaya rekan-rekan pesantren agar dapat mandiri dan memiliki kedigdayaan ekonomi. Salah satunya melalui Sekolah Bisnis Pesantren ini, untuk itu, terima kasih untuk Danone Indonesia, dan Serikat Ekonomi Pesantren karena telah menghadirkan program ini," ujar dia.

"Kerja sama ini merupakan kerja sama kedua kami dengan Danone Indonesia, di mana sebelumnya kami telah bekerja sama untuk menghadirkan sumur bor dan sanitasi MCK di sembilan pondok pesantren di Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Adapun Karyanto mengungkapkan, diharapkan peluncuran program ini akan menjadi tonggak penting dalam membangun pesantren yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing.

"Danone Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan kemandirian pesantren melalui program-program pendampingan dan pelatihan kewirausahaan, serta mendorong kolaborasi dengan mitra strategis dalam mewujudkan visi bersama untuk kesejahteraan umat dan penguatan ekonomi pesantren di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Karyanto.

#pesantren #danone-indonesia #kewirausahaan #ekonomi-pesantren

https://money.kompas.com/read/2024/08/25/160218526/dorong-kemandirian-ekonomi-pesantren-danone-indonesia-gelar-sekolah-bisnis